Sudah Kenal Alexander Tedja Raja Mal RI Berharta Rp 20 T?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 19 Des 2021 22:45 WIB
Alexander Tedja
Foto: Dok Forbes
Jakarta -

Alexander Tedja merupakan salah satu dari sekian banyak pengusaha yang sukses di panggung bisnis Indonesia. Namanya pun masuk ke dalam daftar orang terkaya di tanah air.

Kekayaan yang dimilikinya itu diperoleh dari kesuksesan Pakuwon Group. Perusahaan propertinya itu memiliki 8 pusat perbelanjaan dan kuliner di Surabaya seperti Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, dan sebagainya.

Selain itu Pakuwon Group juga memiliki 3 mal besar di Jakarta yakni Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza.

Tidak heran jika bisnisnya itu membawa Alexander Tedja masuk dalam daftar orang terkaya. Menurut Forbes, dilansir Minggu (19/12/2021), kekayaannya sebesar US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp 20,4 triliun (kurs Rp 14.321).

Tentu untuk mencapai kesuksesannya saat ini menjadi raja properti dan mal tidak instan. Sebelumnya, pria kelahiran 22 September 1945 itu mengawali bisnisnya di bidang perfilman.

Pada tahun 1972, Alexander Tedja berhasil mendirikan PT ISAE Film. Pada tahun 1977, dia kembali berhasil mendirikan Menara Mitra Cinema Corp dan PT Pan Asiatic Film pada tahun 1991.

Dilansir dari AliensLatest, Alexander Tedja mulai merambah bisnis properti dan malnya pada tahun 1982. Awalnya, Pakuwon Group didirikan dengan nama PT Pakuwon Jati Tbk.

Di era 80-an itu, Alexander Tedja membeli tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya yang kemudian menjadi tempat berdirinya Plaza Tunjungan I yang menjadi cikal bakal Tunjungan Plaza. Proyek tersebut mulai beroperasi tahun 1986 dan terus berlanjut menjadi Plaza Tunjungan II, III, IV.

Pada tahun 1989, Alexander Tedja membuka PT Pakuwon Jati Tbk menjadi perusahaan publik dan berhasil menembus Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PWON.

Semakin sukses dengan bisnis malnya, Alexander Tedja kemudian mulai merambah bisnis properti seperti Sheraton Hotel Surabaya, Kondominium, Regensi, dan Menara Mandiri yang seluruhnya mulai beroperasi pada tahun 2002.

(hal/dna)