Kisah Inspiratif

Sosok Bambang Sutantio, Punya Harta Rp 21 T dari Jualan Susu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 11:30 WIB
komisaris utama komut cimory bambang sutianto
Foto: Dok. Cimory
Jakarta -

Jika jalan-jalan ke Puncak, Bogor pasti detikers akan bertemu dengan restoran Cimory. Meski sekarang produk-produk Cimory juga bisa ditemukan di minimarket dan supermarket terdekat.

Bahkan Cimory juga sudah ada di warung-warung dan ada penjualan melalui Miss Cimory. Belum lama ini Cimory melantai di bursa efek Indonesia dan sukses.

Di balik kesuksesan Cimory ada pada Bambang Sutantio yang mendirikan Cimory pada sekitar tahun 2004-2005.

Dikutip dari Forbes, Bambang awalnya membangun perusahaan pengolahan daging bernama Macroprima Panganutama pada 1993. Ini adalah cikal bakal Cimory sekarang.

Cimory artinya Cisarua Mountain Dariry yang sekarang sukses menjadi produsen produk susu premium terkemuka di Indonesia. Kekayaan ayah 3 orang anak ini menurut Forbes saat ini mencapai US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.300).

Pria berusia 63 tahun ini merupakan lulusan Technical University of Berlin jurusan teknologi pangan. Ketika mendirikan Cimory, Bambang memiliki misi social impact ke masyarakat.

Saat ini Cimory sudah bekerja sama dengan banyak koperasi susu dan lebih dari 15 ribu peternak sapi di seluruh Indonesia. Baik di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kegiatan usaha utama Cimory bergerak di bidang Produk Susu Premium dan Konsumen Premium terkemuka di Indonesia. Perseroan memiliki sejumlah keunggulan di antaranya market leader di industri yogurt. Perseroan juga memiliki posisi yang kuat dalam perdagangan modern dan berfokus dalam mengembangkan jejak Perseroan di perdagangan umum dan jalur langsung ke konsumen (direct to consumer) yang eksklusif melalui Miss Cimory.

Pertumbuhan profitabilitas yang tinggi tersebut antara lain didukung oleh posisi Perseroan sebagai pemimpin pasar atas sub-kategori produk yogurt secara keseluruhan serta dalam kategori Spoonable Yoghurt dan Minuman Yogurt, yang berdasarkan hasil riset Euromonitor, Perseroan memiliki pangsa pasar sebesar 53,2%, 71,9% dan 50,3% per tanggal 31 Desember 2020.

Perseroan juga telah membangun posisi pasar yang kuat untuk produk Susu Putih Segar dan sub-kategori produk Daging Olahan Dingin dan Daging Olahan Beku, dengan menduduki peringkat ke-4 per tahun 2020.

(kil/das)