Gubernur BI Sapu Bersih Nyamuk
Kamis, 04 Mei 2006 10:23 WIB
Jakarta - Mengenakan masker, helm dan sarung tangan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah tampak fasih melakukan fogging. Hah?! Alih profesi?Eits, bukan. Aksi yang dilakukan oleh Burhanuddin itu dilakukan dalam rangka aksi kepedulian BI terhadap lingkungan sekitarnya. Acara fogging ini dilakukan di SDN 03 Kampung Bali, Tanah Abang, Kamis (4/5/2006) sejak pukul 09.00 WIB. Hadir pula sejumlah deputi gubernur BI dan pejabat BI lainnya.Burhanuddin yang tetap mengenakan kemeja plus dasi itu tidak tampak canggung melakukan fogging. Melihat bosnya beraksi, Deputi Gubernur BI Maman Sumantri dan Bun Bunan Hutapea pun tak mau kalah.Aksi ketiga pimpinan BI itu pun mendapat applaus dari para hadirin termasuk anak-anak SDN 03 Kampung Bali. Tak ketinggalan, para pewarta foto pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengambil action yang jarang sekali terjadi ini.Dalam aksi kepedulian ini, BI memberikan bantuan fogging untuk 300 SD di seluruh Indonesia. Sementara sarana penunjang operasional audio visual diberikan BI kepada 30 SD yang terletak di sekitar kantor pusat BI."Ini merupakan bagian dari pembangunan kualitas manusia Indonesia," ujar Burhanuddin. Ia mengaku prihatin bahwa sebagai sebuah kota yang besar, Jakarta ternyata cukup lekat dengan deman berdarah (DB). Burhanuddin mengungkapkan, berdasarkan data dari Januari hingga Maret, ada 6.130 orang di Jakarta yang terkena DB."Bahkan diperkirakan setiap harinya sebanyak 71 orang terkena atau terjangkit demam berdarah, dan hingga kini sudah ada 14 orang meninggal dunia akibat DB," ujar Burhanuddin prihatin.Nah, tentang pembangunan kualitas manusia Indonesia, Burhanuddin mengutip sebuah data yang mencengangkan. Dari 179 negara dan 3 teritori, Indonesia ternyata hanya menempati posisi 110 untuk kualitas manusia. Posisi ini tertinggal dari Malaysia yang berada di urutan 61, Cina 85 dan Filipina 84. "Kualitas manusia yang tertinggal ini terjadi selama 8 tahun belakangan akibat Indonesia yang mengalami krisis dan terjebak dalam kualitas hidup yang semakin lama semakin jelek," ujar Burhanuddin.
(qom/)











































