Belajar Pantang Menyerah dari Chris Gardner, Gelandangan yang Jadi Miliarder

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Belajar Pantang Menyerah dari Chris Gardner, Gelandangan yang Jadi Miliarder

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 08 Mar 2022 08:00 WIB
Pengusaha sukses Chris Gardner
Foto: BBC
Jakarta -

Setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Hal itulah pelajaran berharga yang bisa dipetik dari perjalanan hidup seorang miliarder Christopher Paul 'Chris' Gardner.

Chris Gardner merupakan seorang wirausahawan, investor, penulis dan motivator. Siapa sangka, Chris mulanya hidup miskin bahkan pernah menjadi gelandangan.

Dalam catatan detikcom tahun 2018 yang dikutip dari BBC, pria yang lahir pada 9 Februari 1954 itu dibesarkan dalam kemiskinan oleh sang ibu Bettye Jean dan ayah tiri pemabuk yang kasar dan kejam. Meski sengsara saat masa kecil, ia mengatakan, ibunya merupakan sumber inspirasinya.

"Aku punya ibu yang selalu memberitahuku setiap hari, 'Nak, kamu bisa melakukan atau menjadi apapun yang kamu inginkan'. Dan aku percaya, aku mempercayainya 100%," kata Chris.

Chris muda menghabiskan waktu empat tahun di Angkatan Laut AS. Setelah kepulangan pada tahun 1974, Chris kemudian pindah ke San Francisco di mana dia berusaha sebagai penjual alat kesehatan. Selama setahun di San Francisco, Chris yang saat itu sudah berpisah dengan istrinya dan membawa anaknya yang masih balita, sempat menjadi gelandangan alias tak punya rumah.

Dia kemudian bekerja sebagai karyawan magang bergaji rendah di sebuah broker saham. Uang Gardner yang tidak cukup membayar jaminan sewa apartemen membuatnya harus hidup di bawah garis kemiskinan.

Gardner dan anaknya pun harus tidur dengan berpindah tempat setiap hari. Mereka pernah tidur di toilet, di stasiun kereta api, di taman, di sebuah penampungan di gereja, atau di kolong meja di tempat kerjanya setelah rekan-rekan kerjanya pulang.

Walaupun diterpa kesulitan, Gardner mengalami kemajuan pesat dalam pekerjaannya. Usai masa magangnya, perusahaan Dean Witter Reynolds (DWR) pun mengangkatnya sebagai karyawan tetap. Gardner akhirnya mampu menyewa rumah.

Karirnya kemudian melesat dengan cepat, hingga akhirnya pada tahun 1987 ia membuka perusahaan investasi sendiri, bernama Gardner Rich & Co dengan modal US$ 10.000. Perusahaan restrukturisasi tersebut bergerak di bidang penanganan utang-piutang, ekuitas dan transaksi berbagai produk-produk ekonomi lainnya. Dimulai dari sebuah apartemen kecil yang bermodalkan perabotan sederhana, Chris memiliki 75% dari saham Gardner Rich & Co, dan sisanya dimiliki oleh sebuah hedge fund.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "120 Mangkok Per Hari, Pria di Depok Sudah Bagikan 18 Ribu Bubur gratis"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT