Raja Baja India Jadi Orang Terkaya, Ternyata Mulai Bisnis di Indonesia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 07:30 WIB
Lakhsmi Mittal/Dok Arcelormittal
Foto: Lakhsmi Mittal/Dok Arcelormittal
Jakarta -

Lakshmi Mittal kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Siapa sangka, pria kelahiran India ini memulai bisnisnya dari Indonesia.

Seperti dikutip dari Forbes, Senin (6/6/2022), Mittal memiliki kekayaan sebesar US$ 18,3 miliar atau setara dengan Rp 265,35 triliun (asumsi kurs Rp 14.500). Saat ini, ia berada pada posisi 89 orang terkaya di dunia.

Sementara, pada tahun lalu ia menempati ranking 6 orang terkaya di India.

Kekayaan Mittal berasal dari baja. Ia mengembangkan bisnis keluarga hingga menjadi perusahaan raksasa.

Lakshmi Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Churu, Rajasthan, India. Saat kecil, Mittal besar di rumah kakeknya. Setelah mengecap pendidikan SMA, ia pindah bersama orang tuanya ke Calcutta lantaran perusahaan baja rintisan ayahnya menjadi mitra sebuah perusahaan besar.

Berbekal ijazah bisnis dan akuntansi dari St Xavier College di Calcutta, pada tahun 1976 Mitta mendirikan perusahaan di Indonesia tepatnya di Surabaya. Hal ini dilakukan demi menjalankan tugasnya sebagai divisi internasional di perusahaan baja keluarganya.

Perusahaan baja yang didirikannya ini adalah PT Ispat Indo. Perusahaan yang didirikannya ini memproduksi berbagai jenis billet, batang kawat, dan batangan karbon rendah dan tinggi.

Dari sini, Mittal mengubah perusahaan keluarganya menjadi raksasa global yang menjangkau 14 negara dan berhasil mempekerjakan 150.000 orang.

Dengan kerja kerasnya juga dirinya berhasil mempelopri pengembangan pabrik mini terintegrasi dan penggunaan direct reduced iron (DRI) sebagai pengganti besi tua yang menjadi bahan dasar pembuatan baja, serta mampu berkonsolidasi dengan industri baja global

Pada 2004, Mittal Steel menjadi pembuat baja terbesar di dunia dengan pengiriman produksi sebanyak 42,1 juta ton baja dan mampu membukukan keuntungan lebih dari US$ 22 miliar.

Lakshmi Mittal juga tercatat sebagai CEO ArcelorMittal dan menjabat sebagai direktur non eksekutif di beberapa perusahaan seperti Goldman Sachs, EADS dan ICICI Bank.

Selain itu, Mittal juga dilaporkan terus melakukan akuisisi kepada beberapa perusahaan baja di dunia. Seperti Ilva yang merupakan perusahaan baja asal Italia. Lewat ArcelorMittal menawarkan dana US$ 2,1 miliar dan juga mengakuisisi Essar Steel sebesar US$ 5,9 miliar. Proses akuisisi tersebut dilakukan pada tahun 2018.

Kekayaan Mittal akan terus bertambah seiring grup perusahaannya melakukan diversifikasi bisnis ke perkapalan, batubara, listrik, dan minyak. Mittal dikenal banyak orang karena keberhasilan mengubah perusahaan sakit menjadi emas.

Simak juga 'Hina Nabi Muhammad, Muslim India Tuntut Jubir Partai BJP Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)