ADVERTISEMENT

DO dari Kampus, Jan Koum Sukses Dirikan Whatsapp dan Punya Harta Rp 144 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 07:30 WIB
Jan Koum Brian Acton
Jan Koum. Foto: istimewa
Jakarta -

WhatsApp saat ini merupakan salah satu aplikasi pesan instan yang paling tenar di dunia. Tahukah kamu siapa pendirinya? Ia adalah Jan Koum yang mulai mendirikan WhatsApp pada 2009 lalu.

Koum bukanlah orang yang berhasil mengantongi ijazah pendidikan tinggi. Dia tak lulus dari bangku kuliah dan di-DO.

Dia lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di luar Kiev, Ukraina. Ayahnya merupakan manajer konstruksi yang membangun rumah sakit dan sekolah, sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.

Saat itu, Ukraina juga dilanda gejolak politik. Hidup tidak mudah bagi keluarga mereka, apalagi mereka adalah keturunan Yahudi. Orang tua Koum sangat jarang menggunakan telepon karena khawatir disadap.

Kemudian saat Koum berusia 16 tahun, mereka melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) dan mereka menempati satu apartemen kecil berisi dua kamar hasil bantuan dari pemerintah setempat. Sementara ayahnya tak berhasil pindah ke AS.

Ibunya bekerja sebagai pengasuhan bayi dan Koum bekerja sebagai penyapu lantai toko kelontong untuk membantu memenuhi kebutuhan. Ketika ibunya didiagnosis mengidap kanker, mereka hidup dari tunjangan cacatnya.

Untungnya Koum cukup fasih berbahasa Inggris, sehingga mempermudah dirinya untuk sekolah di AS. Tapi Koum merasa tak bisa berbaur dengan teman-temannya di AS.

Tapi sekarang, Koum menduduki peringkat orang terkaya di dunia nomor 206 dengan total harta US$ 9,7 miliar atau setara dengan Rp 144,5 triliun (asumsi kurs Rp 14.900).

Saat didirikan bersama sahabatnya, WhatsApp awalnya hanya untuk iPhone. Kemudian WhatsApp sukses menjadi aplikasi yang paling disukai oleh masyarakat dunia.

Pada 2014 dia menjual WhatsApp sebesar US$ 22 miliar dalam bentuk tunai ke Facebook. Empat tahun kemudian Koum mengundurkan diri dari posisi CEO dan dia juga meninggalkan Facebook.

Lihat juga video 'WhatsApp Ditinggal Pendiri Sekaligus CEO-nya':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT