ADVERTISEMENT

Karir Rajapaksa Sang Presiden Sri Lanka yang Mau Mundur Pekan Depan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 10 Jul 2022 17:16 WIB
(FILES) In this file photo taken on November 13, 2019 Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) party presidential candidate Gotabaya Rajapaksa smiles during a campaign rally in Homagama ahead of the November 16 presidential election. - Sri Lankas former wartime defence secretary Gotabaya Rajapaksa has been elected president, his spokesman said on November 17 following a fiercely fought election seven months after Islamist attacks killed 269 people. (Photo by Jewel SAMAD / AFP)
Foto: Gotabaya Rajapaksa (AFP)
Jakarta -

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa disebut-sebut bakal mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Juli mendatang atau pekan depan. Ia mundur setelah adanya gelombang protes akibat krisis ekonomi.

Dikutip dari laman Kementerian Pertahanan Sri Lanka, Minggu (10/7/2022), Gotabaya terpilih melalui pemilihan presiden pada 16 November 2019. Sumpah jabatannya diambil di kawasan suci Ruvanvaliseya Stupa di Anuradhapura pada 18 November 2019.

Ia merupakan politisi non karir dan mantan perwira pertama menjadi presiden. Ia memenangkan pemilihan presiden dengan porsi suara 52,25%.

Saudara dari Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa itu lahir tahun 1949 dan menempuh pendidikan di Ananda College, Kolombo. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Sri Lanka pada tahun1971.

Selama dinas militer, Gotabaya memperoleh gelar magister pertahanan dari University of Madras. Ia juga menjalani pelatihan di Pakistan, India dan Amerika Serikat (AS).

Setelah pensiun dari Angkatan Darat sebagai letnan kolonel pada 1991, ia melanjutkan studi di bidang teknologi informasi di University of Colombo. Kemudian, Gotabaya migrasi ke AS di mana ia bekerja sebagai profesional IT di Loyola Law School, California. Ia kembali ke Sri Lanka tahun 2005.

Saat kakaknya terpilih jadi presiden pada November 2005, Gotabaya dipercaya sebagai menteri pertahanan. Ia memainkan peran penting dalam menyusun strategi, merencanakan, mengoordinasikan dan menyediakan sarana bagi angkatan bersenjata dan polisi untuk memerangi Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) hingga kalah pada Mei 2009.

Sebagai pengakuan atas kontribusinya, ia dianugerasi gelar doktor kehormatan dari University of Colombo.

Gotabaya mundur dari posisinya pada tahun 2015 menyusul pergantian pemerintahan. Sebelum terjun ke politik aktif, ia mendirikan Viyath Maga yakni sebuah organisasi yang menyatukan para profesional yang berkomitmen untuk masa depan yang lebih baik bagi negara. Kemudian, Eliya yakni organisasi yang memiliki tujuan meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu kritis yang berkaitan dengan mereka.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT