#77PortraitAnakBangsa

Kisah Leonard Theosabrata Hadapi Tantangan Industri Ekraf Tanah Air

Erika Dyah - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2022 16:09 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G.
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. (Foto: OPPO)
Jakarta - Nama Leonard Theosabrata mungkin belum begitu akrab di kalangan masyarakat awam. Namun, kiprahnya dalam bidang industri kreatif Tanah Air membuktikan prestasi sekaligus perhatiannya pada UMKM penggerak ekonomi bangsa.

Pria yang akrab disapa Leo ini mengawali karier sebagai salah satu pendiri The Goods Dept. Jaringan retail yang turut memajukan industri lokal di Tanah Air lewat berbagai produk fesyen, aksesori, hingga kafe.

Tak berhenti di sana, ia pun terlibat membangun produk Accupunto. Brand kursi pertama dari Indonesia yang meraih Red Dot Design Award. Ia pun turut mendirikan Indoestri Makerspace, workshop yang melatih ribuan peserta untuk meningkatkan keterampilan usaha, serta terlibat di Jakarta Creative Hub.

Sejak 2019 lalu, Leo didapuk menjadi Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dari Smesco Indonesia. Sebagai seorang pelaku usaha yang betul-betul terjun langsung di industri kreatif, ia kerap mengamati berbagai tantangan yang dirasakan para UMKM Tanah Air.

Untuk itu, jabatan barunya yang terlibat langsung dengan pemerintahan ini mendorongnya untuk lebih memberdayakan UMKM di Indonesia. Sehingga UMKM bisa mendapatkan ilmu serta platform yang mumpuni untuk membantu bisnisnya menjadi sukses dan berkelanjutan.

Menurutnya, ada banyak hal menarik dalam industri kreatif Indonesia yang dapat terus dikembangkan agar sustainable ke depannya. Apalagi kini berbagai brand lokal mulai menjamur dan bersaing dengan brand-brand ternama yang sudah lebih dulu eksis.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia, Leo pun mengungkap beberapa tantangan dan masalah yang kerap dihadapi oleh UMKM Indonesia. Menurutnya, hal ini masih tak berubah dari dulu hingga kini. Salah satunya literasi yang kini mulai diatasi lewat berbagai edukasi, baik melalui offline maupun online.

Selain itu, UMKM Tanah Air juga kerap terkendala urusan kapasitas. Misalnya kendala manufaktur yang menghambat suplai atau perluasan pasar. Ada juga masalah yang terkait quality problem hingga access to market, termasuk ada access to finance, back end office, dan sebagainya.

Oleh karena itu, pihaknya (melalui Kementerian Koperasi dan UKM) mulai fokus membicarakan mengenai upaya naik kelas bagi UMKM. Salah satunya melalui agregasi dan konsolidasi supaya gerbong-gerbong dari pelaku usaha kelas kecil dan menengah bisa lebih besar.

Utamanya pelaku usaha kecil dan menengah terus didorong agar jadi naik kelas, sehingga bisa membawa yang di bawahnya (mikro). Dalam mendorong hal ini, ia mengatakan pendekatan yang digunakan lebih kepada entrepreneur life, business life, dan investment oriented.

Menurutnya, para pelaku UKM juga perlu dibekali dengan good governance. Dengan hal ini, ia berharap nantinya para pelaku usaha dapat lebih siap saat berhadapan dengan investasi untuk mengembangkan usahanya. Dengan posisinya kini sebagai salah satu Direktur Smesco, akan ada berbagai hal lainnya yang dilakukan Leo ke depannya. Terlebih dalam menyambut momen pemulihan ekonomi dan G20 Indonesia tahun ini.

Sebagai informasi, foto 77 Potret Anak Bangsa di atas diabadikan oleh kamera OPPO Reno8 Pro 5G 'The Portrait Expert'. Ponsel ini dilengkapi chipset MariSilicon X yang memberikan performa AI terbaik dalam mengolah foto maupun video bahkan saat kondisi minim cahaya.

OPPO Reno8 Pro 5G mampu membuat siapapun dapat menghasilkan karya dan mengekspresikan diri tanpa batas melalui teknologi yang dimiliki, desain yang memukau, dan performa paling unggul. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam kampanye 77 Potret Anak Bangsa di Instagram OPPO Indonesia, kunjungi website resmi OPPO Indonesia untuk informasi lebih lanjut melalui tautan ini.

(ads/ads)