Cikal Bakal Blue Bird, Bu Djoko Dulu Jualan Batik dan Telur

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Cikal Bakal Blue Bird, Bu Djoko Dulu Jualan Batik dan Telur

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2022 08:15 WIB
Mutiara Fatimah Djokosoetono, pendiri PT Blue Bird Tbk berfoto bersama pengemudi dan karyawan
Foto: Bluebird
Jakarta -

Siapa yang tidak tahu taksi Blue Bird? Pastinya, kebanyakan masyarakat sudah tahu. Namun, tahukan Anda bagaimana perusahaan taksi ini dibentuk?

Blue Bird sudah eksis sejak 50 tahun lalu. Perusahaan ini didirikan seorang wanita bernama Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono.

Kini perusahaan dengan nama PT Blue Bird (Tbk) telah menjadi perusahaan terbuka yang tidak hanya menyediakan taksi biasa, tetapi ada juga berbagai macam model kendaraan.

Tetapi siapa sangka, Mutiara Siti yang akrab disapa Ibu Djoko melalui proses panjang dalam kehidupannya sampai akhirnya bisa membangun Blue Bird. Sebelum membangun Blue Bird, Djoko terlebih dahulu menjadi dosen, penjual batik keliling, dan pedagang telur.

"Blue Bird didirikan oleh wanita yang memang berusaha menghidupi keluarganya dengan tujuan misinya menjadi pilar utama untuk menghasilkan uang. Sebelum mendirikan Blue Bird, kegiatan yang dilakukanmenjadi guru di sekolah hukum, berjualan batik dan telur," kata Direktur Utama Blue Bird, Sigit Djokosoetono, beberapa waktu lalu dalam Media Gathering.

Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono lahir di Malang 17 Oktober 1921. Mutiara Siti lahir dengan keadaan keluarga yang berkecukupan. Namun keadaan itu berubah saat Mutiara Siti umur 5 tahun di mana orang tuanya jatuh bangkrut.

Mengutip dari buku 'Sang Burung Biru' penulis Alberthiene Endah, Kamis (11/8/2022) Kondisi keluarganya pun berbalik yang sebelumnya berkecukupan, saat bangkrut, makan apa adanya, memakai pakaian seadanya, bahkan Mutiara tidak pernah mendapatkan uang jajan.

Singkat cerita, Mutiara yang tidak menyerah akan keadaannya terus berusaha untuk bisa bersekolah. Pada tahun 1930-an, Mutiara lulus Sekolah Guru Belanda atau Eropese Kweekschool. Pada jenjang perkuliahan Mutiara memilih untuk masuk Fakultas Hukum di Universitas Indonesia.

Berjalannya waktu, Mutiara bertemu dengan Djokosoetono, dosen yang mengajarnya. Dia juga pendiri serta Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian yang menikahi Mutiara selagi masih kuliah.

Pada tahun 1950-an, Indonesia mengalami krisis ekonomi hingga membuat orang berebut makanan. Sementara keluarga Mutiara dengan gaji apa adanya, tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anaknya.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Duh, Geger Bule Rusia Dilecehkan Sopir Blue Bird"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT