ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Kisah Kelam di Balik Besarnya Zara, Didirikan Orang Terkaya yang Putus Sekolah

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Jumat, 26 Agu 2022 07:14 WIB
Amancio Ortega, general manager of Spanish textil company Zara, goes out to welcome Uruguayan President Jorge Batlle, in Arteixo, near Coruna, northwestern Spain, 04 February 2004. Jorge Batlle is in Spain for a one-week-long official visit.
Foto: AFP

Meski usahanya berjalan lancar, ia tidak puas. Pada 1975, ia mendirikan toko Zara pertamanya. Konsepnya adalah toko pakaian yang selalu up-to-date tapi harganya terjangkau dan penampilannya wah.

Toko pertamanya itu berdiri di depan sebuah toko serba ada paling elite di La Coruna. Posisi toko yang strategis membuat Ortega kemudian mendapat cap lain: pintar mencari lokasi bagus. Pujian ini datang karena tokonya sukses dan terkenal sebagai toko pakaian dengan harga terjangkau tapi kualitas desainnya bagus.

Zara tumbuh cepat dan kemudian Ortega mendirikan perusahaan induknya, Industria de Diseño Textil, S.A. (Inditex). Inditex membawahi sekitar 100 perusahaan, termasuk Zara. Perusahaan semua terkait pakaian, mulai desain tekstil, konveksi, sampai toko.

Meskipun sudah kaya, Ortega tetap menjaga gaya hidupnya yang sederhana. Menurut The Telegraph, dia tidak pernah memiliki kantor. Ortega duduk di mejanya di kantor pusat Inditex di kampung halamannya di La Coruña.

Ia pun masih datang ke warung kopi yang sama setiap pagi. Ia tetap makan siang di kantin perusahaannya. Ia tidak pernah mengenakan dasi. Biasanya ia mengenakan seragam pabriknya yang tidak berbeda dengan karyawan lain.

Ortega masih berkomunikasi dengan para desainer pabrik, ahli kain, dan konsumen. Bahkan pada usia 80 tahun, Ortega pergi ke kantornya yang berjarak 10 km hampir setiap hari. Dia tidak pernah lelah bekerja dan mendengar ide-ide baru.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT