Gaji Keramat Dirut Telkom Rp 108 juta
Sabtu, 01 Jul 2006 07:31 WIB
Jakarta - Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya memiliki cara jitu untuk mencegah gaji direksi PT Telkom naik terlalu tinggi.Pada RUPS tahunan PT Telkom yang digelar Jumat (30/6/2006) terjadi tarik ulur antara manjemen dengan wakil pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.Manajemen meminta gaji dirut naik dari Rp 90 juta per bulan menjadi Rp 118 juta per bulan. Peningkatan gaji karena kinerja direksi dipandang cukup bagus. Namun bukan Roes namanya kalau tidak jago menawar."Kita harus lihat juga kelayakan dan kepatutan dan dilihat dari laba usaha tahun 2005 cuma tumbuh 23 persen. Jadi seharusnya gaji direksi tumbuh sekitar 20 persen saja. Jadi kira-kira Rp 108 juta per bulan," ujar Roes.Namun Tanri Abeng selaku Komisaris Utama Telkom membela usulan kenaikan gaji dirut. Ia mengatakan seharusnya kalau laba usaha yang dijadikan patokan naiknya lebih tinggi dari 30 persen karena sudah 2 tahun gaji Dirut Telkom tidak mengalami kenaikan. "Kalau bisa naiknya Rp 118 juta, tolonglah pak," ujarnya memelas.Menanggapi hal itu Roes tak habis akal. "Tapi 108 itu kan angka keramat, satu ditambah 8 kan sama dengan sembilan itu kan angka keramat," ujarnya.Mendengar jawaban pria berambut putih itu, Tanri Abeng cuma tersenyum mesem. Dia pun akhirnya menyerah kepada keputusan Roes. "Kalau alasannya angka keramat saya gak bisa utak atik lagi," katanya.Jadilah gaji Arwin Rasyid naik jadi Rp 108 juta. Lumayan kan Pak? Daripada tidak naik.
(ddn/)











































