ADVERTISEMENT

Kisah Abigail Johnson, dari Kerja Part Time Kini Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 06:45 WIB
Abigail Johnson.
Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Wanita juga tidak kalah dalam mencari pundi-pundi uang, bahkan bisa menjadi wanita terkaya di dunia. Seperti Abigail Johnson yang selalu masuk dalam jajaran wanita terkaya di dunia versi Forbes.

Pemilik nama lengkap Abigail Pierrepont Johnson merupakan CEO Fidelity Investments, sebuah perusahaan jasa keuangan besar di Amerika Serikat (AS). Johnson telah menjabat sebagai CEO sejak 2014 silam, menggantikan ayahnya Ned Johnson III yang meninggal dunia pada Maret 2014.

Mengutip dari Forbes, dalam daftar wanita terkaya di dunia 2022, Johnson masuk 10 besar wanita terkaya. Tepatnya menduduki urutan ke-10 dengan kekayaan bersih US$ 21,2 miliar atau setara Rp 313 triliun (kurs Rp 14.800).

Johnson merupakan wanita yang tumbuh di Cambridge. Setelah meninggalkan sekolah menengah, ia belajar di Hobart and William Smith College, lulus pada tahun 1984 dengan gelar sarjana seni dalam sejarah seni.

Setelah lulus, dia sempat bekerja sebagai konsultan di Booz Allen Hamilton. Kemudian dia memutuskan untuk sekolah lagi dan berhasil masuk di Harvard Business School, lulus pada tahun 1988 dengan gelar Master of Business Administration (MBA).

Dikutip dari Money Inc, Johnson sendiri sebelum akhirnya menduduki jabatan sekarang, ia pernah juga menjadi karyawan biasa di perusahaan keluarganya itu. Bahkan mulanya menjadi karyawan part time di Fidelity Investments. Kemudian menjadi karyawan yang berstatus sebagai analis pemula.

Prinsip dari Ayahnya, jika Johnson ingin menjabat pada kedudukan yang tinggi di perusahaan, dia harus melalui proses yang sama seperti karyawan lainnya. Setelah bekerja sebagai analis dan manajer portofolio selama lebih dari satu dekade, ia diangkat sebagai Presiden Fidelity Asset Management pada tahun 2001.

Empat tahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Head of Retail, Workplace, and Institutional Business. Beberapa tahun kemudian lagi, Johnson diangkat menjadi presiden pada 2012. Hingga akhirnya pada 2014, dia melangkah ke peran CEO setelah kepergian ayahnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT