ADVERTISEMENT

Siapa Tony Blair yang Diminta Jokowi Promosikan IKN?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 20 Okt 2022 11:24 WIB
Presiden Joko Widodo menerima Dewan Penasihat Ibu Kota Nusantara (IKN), Tony Blair, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 19 Oktober 2022. Pada pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Jokowi Terima Tony Blair di Istana/Foto: Biro Pers Presiden/Muchlis Jr
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta mantan Perdana Menteri Inggris yang juga Dewan Penasihat Ibu Kota Negara (IKN), Tony Blair turut serta mempromosikan IKN ke dunia internasional.

Jokowi baru saja bertemu dengan Tony Blair di Istana Merdeka didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dalam keterangannya usai mendampingi presiden, Luhut mengatakan, pertemuan tersebut membahas mengenai perencanaan pemindahan IKN. Jokowi meminta Tony Blair turut serta dalam agenda tersebut dengan membantu mempromosikan IKN ke dunia internasional.

"Presiden minta Tony Blair dan Tony Blair kebetulan menawarkan diri juga untuk membantu promosikan ibu kota baru ini ke internasional," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (19/10/2022).

Dipercaya Jokowi untuk ikut mempromosikan IKN ke dunia internasional, ternyata Tony Blair sendiri bukanlah orang sembarangan. Dirinya diketahui sudah cukup malang melintang di dunia politik baik untuk dalam negeri di Inggris ataupun internasional.

Melansir dari situs pemerintahan Inggris (gov.uk), Tony Blair pertama kali memulai karirnya di dunia politik Inggris saat bergabung dengan Partai Buruh pada tahun 1975. Barulah pada tahun 1983, dirinya berhasil memperjuangkan kursi aman Sedgefield.

Setelah itu Tony Blair mengambil beberapa peran Kabinet Bayangan sebelum menjadi Menteri Dalam Negeri Bayangan pada tahun 1992.

Saat itu dirinya dipandang sebagai politisi jenis baru dengan karisma luar biasa, bisa dibilang pemimpin oposisi terbaik zaman modern yang bahkan berhasil mereformasi 'Klausul IV' konstitusi Partai Buruh Inggris. Karenanya tidak mengejutkan ketika Partai Buruh memenangkan pemilihan umum 1997 di Inggris.

Di bawah kepemimpinanya, perubahan konstitusi penting terjadi dengan cepat seperti devolusi Skotlandia dan Welsh, reformasi House of Lords, Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Kebebasan Informasi.

Adapun salah satu pencapaian terbesarnya datang pada tahun 1998 ketika proses perdamaian Irlandia Utara benar-benar mengalami kemajuan dengan Perjanjian Jumat Agung.

Dalam urusan luar negeri, ia menjadi semakin yakin akan kebutuhan Inggris untuk menjadi lebih terlibat, bergabung dengan pemboman Amerika di Irak pada tahun 1998. Selain itu keputusannya untuk melibatan militer Inggris yang terbatas di Sierra Leone pada tahun 2000 memperkuat pemerintahan yang dipilih secara demokratis.

Berkat kepemimpinan Tony Blair, ekonomi yang sehat dan penampilan buruk Partai Konservatif, Partai Buruh memenangkan pemilihan umum 2001 dengan telak lagi.

Pada masa jabatannya yang kedua ini, dirinya saat itu memprioritaskan Inggris untuk meningkatkan laju reformasi sektor publik. Hal ini terbentuk di Unit Pengiriman Perdana Menteri, tagihan Rumah Sakit Yayasan, Sekolah Akademi dan biaya kuliah universitas, dan 'agenda pilihan' lainnya yang dianggap dapat meningkatkan kualitas Inggris.

Adapun selama masa kepemimpinannya yang kedua ia ikut terlibat untuk membatu Amerika dalam menangani kasus terorisme 9/11. Kemudian pada masa pemerintahannya yang ketiga dia harus terlibat langsung dengan kasus terorisme 7/7 (pengeboman di London).

Namun sayang, dirinya diketahui tidak dapat menyelesaikan masa pemerintahannya yang ketiga. Tony Blair mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri pada 27 Juni 2007.

Simak juga video 'Jokowi Ajak Pengusaha Investasi di IKN: Mau di Mana? Sebelah mana?':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT