Loper Koran Asal Pematang Siantar Ini Menjelma Jadi Pria Berharta Rp 40 T

ADVERTISEMENT

Loper Koran Asal Pematang Siantar Ini Menjelma Jadi Pria Berharta Rp 40 T

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Kamis, 27 Okt 2022 08:00 WIB
Buah Sawit, biji Sawit, Ilustrasi Sawit, Kebun Sawit. Reno/detikcom.
Ilustrasi Sawit. Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta -

Wilmar International Limited (Wilmar) merupakan perusahaan kelas dunia yang bergerak di sektor sawit. Beberapa produk yang dikeluarkan Wilmar antara lain minyak goreng Sania, minyak goreng Fortune, minyak goreng Sovia, tepung terigu Sania, minyak goreng Siip, dan lainnya.

Hingga kini Wilmar sudah memiliki lebih dari 500 pabrik dengan jaringan distribusi yang luas mencakup Tiongkok, India, Indonesia, dan lebih dari 50 negara lainnya. Ternyata Co-Founder dari Wilmar Group ini merupakan warga negara Indonesia yaitu Martua Sitorus.

Martua Sitorus merupakan salah satu orang terkaya Indonesia yang kekayaannya mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 40,4 triliun (asumsi kurs Rp 15.543) berdasarkan realtime Forbes. Hal ini menjadikannya orang terkaya di dunia nomor 1053 dan menjadi bagian dari 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2021.

Siapa sangka, kehidupan Martua di masa kecil jauh berbeda dibanding sekarang. Saat kecil, Martua kerja keras demi bisa menyelesaikan pendidikan hingga bangku kuliah.

Segala upaya ia lakukan untuk menambah pendapatan keluarga. Bahkan, ia sampai berjualan udang dan jadi loper koran di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Martua Sitorus memang seorang yang gigih dan pantang menyerah. Berkat hal tersebut, ia mampu menamatkan kuliahnya di Universitas HKBP Nomensen di Medan. Usai menyelesaikan kuliah, Martua sempat bisnis kecil-kecilan. Dia sempat berdagang di Kota Medan.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kuok Khoon Hong, pengusaha asal Malaysia. Dia lah yang menjadi rekan bisnis Martua yang membawanya menjadi pengusaha kelas kakap.

Pertemuannya dengan Kuok Khoon Hong atau William menghasilkan ide bisnis yakni pengolahan kelapa sawit pada tahun 1991. Perusahaan ini pun diberi nama Wilmar Internasional yang diambil dari gabungan nama depan mereka William dan Martua, Wil-Mar.

Wilmar mulanya mengelola 7.100 hektar kebun kelapa sawit. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini terus berkembang hingga mampu membangun pabrik sendiri untuk memproduksi minyak kelapa sawit. Bisnis itu pun tetap kokoh meski dihajar krisis.

Berkat Wilmar, Martua menjadi kaya raya seperti sekarang. Bahkan, bisnisnya merambah ke berbagai sektor. Seperti dikutip Forbes, Martua berada di posisi ke-12 orang terkaya di Indonesia di tahun 2020. Saat ini, kekayaannya mencapai US$ 2 miliar.

Martua Sitorus tercatat memiliki bisnis perkebunan bersama saudaranya di bawah bendera Gama Corp. Bekerjasama dengan Grup Ciputra, Gama Land membangun proyek di Jakarta yang akan memiliki 15 tower apartemen dan kompleks perbelanjaan. Saudara-saudaranya juga memiliki investasi bersama di semen dan properti.

Lihat juga video 'Kisah Anak Loper Koran Melenggang ke Kursi Dewan':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT