Sri Mulyani Hadapi Dilema
Rabu, 19 Jul 2006 15:25 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani sering menghadapi dilema. Ngomong salah, nggak ngomong pun salah. Apa jalan keluarnya?"Ada hal-hal di dunia ini yang unspoken," curhat Sri Mulyani kepada sekitar 40-an wartawan dalam sebuah perbincangan santai yang berlangsung di Graha Sawala Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/7/2006) siang.Sri Mulyani yang mengenakan blazer merah tampak didampingi oleh Sekjen Depkeu JB Kristiadi, Dirjen Perbendaharaan Mulia P Nasution, Kepala Bappema/LK Fuad Rahmany dan jajaran eselon II Depkeu lainnya.Acara itu memang bertujuan untuk mendekatkan Sri Mulyani dengan para kuli tinta yang biasa nongkrong di Gedung Depkeu itu. Sri Mulyani sekaligus ingin meluruskan bahwa sikap diamnya selama ini bukan karena dirinya malas berbicara ataupun ingin bersikap sombong.Sri Mulyani menegaskan, kadangkala dirinya memilih untuk diam karena menunggu saat yang tepat. "Kalau bisa saya jawab, ya saya jawab. Bukan karena saya males. Itu assurance dari saya," jelas Sri Mulyani."Jadi teman-teman tahu ada hal di dunia ini yang unspoken. Memang di bisnis teman-teman wartawan semuanya harus di-spoken supaya bisa di-record. Sayangnya hidup tidak selalu harus begitu. Seperti kayaknya kita menyampaikan rasa kasih sayang kepada suami atau anak saja kalau tidak ngomong pun sudah terasa," tambahnya.Mantan Direktur Eksekutif IMF ini menambahkan, sebagai institusi, dirinya tentu tidak hanya berhadapan dengan politisi, tetapi juga dengan pelaku pasar. Ia mengaku harus memberikan pernyataan yang sifatnya menenangkan pasar."Nah itu kadang-kadang membuat constrain kalau saya memberikan jawaban yang mungkin signing-nya belum tepat," tambah Sri Mulyani.Agar kebijakannya sampai ke masyarakat dengan baik, Sri Mulyani berjanji akan mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan wartawan. Ia pun berjanji akan menggelar pertemuan serupa lebih sering.Ditunggu ya bu...
(qom/)











































