Dari Jualan Popok Bayi, Pria Ini Jadi Orang Kaya Berharta Rp 95 T

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Dari Jualan Popok Bayi, Pria Ini Jadi Orang Kaya Berharta Rp 95 T

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 16 Jan 2023 07:30 WIB
Takahisa Takahara
Foto: Takahisa Takahara (Forbes)
Jakarta -

Siapa yang tak tahu merek popok seperti MamyPoko, Charm juga Lifree? Pasti masyarakat sudah tak asing dengan merek-merek tersebut.

Tapi, tahukah siapa sosok di balik munculnya merek popok itu?

Dia adalah Takahisa Takahara yang merupakan salah satu orang terkaya di Jepang. Kekayaannya bersumber dari penjualan popok bayi sekali pakai (diapers) hingga barang-barang keperluan pribadi lainnya dengan merk MamyPoko, Charm dan Lifree.

Mengutip Forbes, Rabu (14/9/2022), pria berusia 61 tahun ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$ 6,4 miliar atau setara Rp 95,30 triliun (kurs Rp 14.891/US$). Kekayaan itu membuatnya berada diurutan kelima sebagai orang terkaya di negeri sakura tersebut.

Takahisa Takahara saat ini menjadi CEO Unicharm meneruskan bisnis ayahnya Keiichiro yang telah meninggal pada Oktober 2018. Ayahnya sendiri membangun Unicharm pertama pada 1961 di mana pertama kali mulai menjelajah ke luar Jepang pada 1980-an, termasuk membuat usaha patungan di Indonesia pada 1997.

Menurut salah satu media Jepang, Unicharm mulai memperkenalkan pampers sekali pakai lebih tipis pada 2010 di Thailand. Sebab pampers di Thailand seringkali digunakan hanya untuk tamasya, bukan untuk penggunaan sehari-hari.

Pampers merek Unicharm sekali pakai itu kini telah memiliki dua model yakni popok gaya celana dan yang disegel dengan pita perekat di dua sisi samping.

Sejak kepemimpinan Takahisa Takahara, Unicharm semakin berkembang. Hampir dua pertiga dari pendapatan tahunan Unicharm senilai US$ 6,4 miliar berasal dari luar Jepang, terutama dari negara-negara Asia lainnya. Saham Unicharm juga telah tercatat di Tokyo Stock Exchange.

Banyak yang memuji keberhasilannya dalam melakukan riset pasar yang mendalam sebagai pemimpin. Sejak mengambil posisi CEO pada 2001, di 2014 Takahisa Takahara telah mengunjungi 19 negara dan wilayah di luar Jepang untuk melihat langsung produksi dan pemasaran.

"Mungkin menjengkelkan memiliki bos yang ke lapangan terlalu sering, tetapi saya perlu melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kinerja produk kami terjaga di pasar lokal," katanya.

Pendekatan pemasaran Takahara adalah untuk mencocokkan gaya hidup konsumen. Selain itu juga untuk mempelajari keinginan konsumen dan menuangkannya ke dalam produk berdasarkan kebutuhan mereka.

Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 1.300 karyawan dan tenaga kerja gabungan dalam grup yang mencapai lebih dari 12.000 orang.



Simak Video "Wapres Soal Tarif KRL 'Orang Kaya' Akan Naik: Perlu Uji Coba"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT