Boediono Nrimo Gaji Menteri
Kamis, 24 Agu 2006 12:08 WIB
Jakarta - Gaji menteri di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia memang kalah jauh. Namun Menko Perekonomian Boediono mengaku cukup puas dengan gaji yang diterimanya sekarang."Asal cukup deh, jangan sampai menteri lalu kelaparan, nggak sarapan, bajunya compang-camping, ya itu kebangetan," ujar Boediono saat melantik pejabat eselon II di Kantor Menko Perekonomian di Graha Sawala, Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (24/8/2006).Hadirin pun langsung tergelak mendengar pidato dari Boediono yang memang dikenal sangat bersahaja itu.Boediono merasa bahwa setelah selama bertahun-tahun Indonesia terpuruk akibat krisis ekonomi, rasanya tidak pantas menuntut hal yang berlebihan termasuk soal gaji. Ia menambahkan, Indonesia kini sedang dalam proses menuju ke arah perbaikan, atau yang diistilahkannya sebagai menanam."Kita dalam tahap menanam. Kalau kita menuntut lebih dari apa yang bisa diberikan oleh negara kita, bangsa kita, pada saat menanam ya, tidak bisa," katanya.Di depan jajaran pejabat kantor Menko Perekonomian, Boediono menyatakan bahwa meski jumlah aparatnya relatif sedikit, namun kekuasaan yang diemban cukup besar. Jumlah aparatnya pun kalah dibandingkan Departemen Keuangan yang mencapai 60.000 pegawai dan tersebar di seluruh pelosok."Kantor kita itu kecil memang tapi punya kekuatan yang besar mengkoordinasikan berbagai instansi lain, kita panggil untuk rapat dan macam-macam, bahkan Menkonya suatu saat bisa mengambil sikap tertentu yang berbeda dengan menteri individual asalkan presiden setuju," katanya.Boediono juga berpesan kepada aparatnya agar jangan sampai menyalahgunakan kekuasaan yang dimiliki. "Kita punya suatu coordination power yang cukup ampuh, hati-hati menggunakannya, jangan salah menggunakannya," katanya.
(qom/)











































