Jurus Sepersepuluh Mari Pangestu

Jurus Sepersepuluh Mari Pangestu

- detikFinance
Senin, 30 Okt 2006 09:21 WIB
Jurus Sepersepuluh Mari Pangestu
Guilin - Berbelanja barang di Cina harus ada trik khusus mengingat harga yang ditawarkan sangat mahal. Nah, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ternyata sudah punya jurus jitunya. Kira-kira apa ya?Tawar sepersepuluhnya! Itulah jurus jitu yang selalu diterapkan Mari saat berbelanja di kawasan Guilin, Cina. Maklum saja, harga yang ditawarkan pedagang di kawasan wisata tersebut memang terkenal 'mencekik'."Untuk belanja di sini, harus pandai menawar. Pokoknya, tawar hingga sepersepuluh dari harga awal," kata Mari yang ditemui wartawan detikcom Arifin Asydad saat melihat-lihat di sebuah toko tas dan pernik-pernik di sekitar Hotel Guilin Lijiang Waterdal, Guilin, Cina, Sabtu (28/10/2006) malam. Saat itu, Mari sempat melihat sesuatu barang dan menawarnya. Dia menerapkan jurusnya dengan menawar sepersepuluh. Namun tampaknya jurus Mari kali ini kurang jitu. Si penjual tetap tak menerima tawaran harga dari Mari. "Di sini, mahal-mahal," kata dia sambil tersenyum. Mari juga tertarik dengan sebuah lukisan. Namun, ibu 2 anak ini batal membelinya, karena harga terlalu mahal. Meski sempat ditolak penjual, namun Mari tetap konsisten dengan jurus 'sepersepuluhnya' itu. Saat berada Yangshuo Village setelah menyusuri sungai Li (Lijiang), Mari menegaskan di tempat ini, untuk membeli barang harus menawar sepersepuluh dari harga yang ditawarkan. "Tetap, tawar sepersepuluh," ujarnya dengan pede.Sistem jual-beli pernak-pernik di kota yang dikenal sebagai kota wisata ini memang menggunakan sistem tawar menawar. Harga yang ditawarkan penjual sangat tinggi. Karena itu, untuk membeli sesuatu, sang pembeli harus pandai-pandai menawar harga. Gelang batu giok misalnya, ditawarkan dengan 450 Yuan (sekitar Rp 450 ribu) misalnya. Setelah tawar menawar berkali-kali, gelang itu bisa terbeli dengan harga 90 Yuan. (asy/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads