Kamus Penjara Gaul Ala Rahardi
Rabu, 01 Nov 2006 13:12 WIB
Jakarta - Meringkuk di penjara membuat mantan Menperindag Rahardi Ramelan makin gaul. Setelah penampilannya berubah bak Einstein, kini Rahardi berniat tengah merampungkan buku kamus gaul penjara. Buku kamus penjara itu akan berisi istilah-istilah gaul yang ada di LP Cipinang. Buku itu juga akan menjadi pengantar bagi orang-orang yang tersandung masalah hukum.Buku ini merupakan satu dari empat buku yang akan segera diluncurkan oleh Rahardi. Terpidana kasus Buloggate itu berharap bisa meluncurkan kamus penjara pada awal 2007.Hal tersebut disampaikan Rahardi saat ditemui wartawan di sela-sela halal bihalal di kantor Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/11/2006).Rahardi yang mengenakan setelah jas hijau dan berdasi merah, merupakan salah satu dari undangan khusus acara tersebut. Berambut ala Einstein, Rahardi tampak sumringah. Usai beramah tamah dengan hadirin, Rahardi yang kini mengajar di ITS itu langsung menyapa wartawan.Ia pun bercerita tentang empat buku yang akan segera diluncurkannya. Selain kamus penjara, Rahardi juga akan meluncurkan buku berjudul Teknologi dan Masyarakat. "Yang ini hampir selesai dan sedang diedit oleh BPPT. Tebalnya kira-kira 500 halaman. Sekarang masih negosiasi dengan BPPT, kira-kira siapa yang mau menerbitkannya," ungkap Rahardi.Buku ketiganya adalah tentang Buloggate II. Menurut Rahardi, isi dari buku itu adalah berkaitan dengan kasus Bulog versinya. "Untuk buku ini, saya sangat hati-hati mengeluarkan, siapa tahu ada yang tersinggung. Jangan sampai ada yang tersinggung, nanti malah jadi kontroversi," jelasnya. Namun untuk peluncuran buku Buloggate ini, menurut Rahardi, masih menunggu keluarnya Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA). "PK ini bukan untuk menuntut, tapi untuk mengembalikan nama baik saya," cetus sahabat BJ Habibie ini.Buku keempat adalah tentang 'Oleh-oleh' dari Cipinang. "Buku ini lain dari yang lain. Saya mewawancarai 50 orang narapidana yang terkena kasus kecil, yang masa hukuman di bawah 10 tahun. Misalnya judi togel, kurir narkoba dan kecelakaan lalu lintas," promosi Rahardi.Banting setir jadi penulis? "Loh, sebelum empat buku ini, saya sudah bikin empat buku dulu," jelasnya.Empat buku yang pernah diterbitkan Rahardi adalah buku tentang infrastruktur, produktivitas, Buloggate dan cerita dari Cipinang. "Yang terakhir cerita tentang 69 hari awal saya ditahan," katanya.Rahardi juga tampaknya tak bisa lepas dari penjara. Setelah bebas, Rahardi kini membuat LSM yang menjadi 'tempat penampungan' bagi napi dan mantan napi. LSM yang dibentuk 17 Agustus 2006 lalu itu dimaksudkan untuk membela napi dan menyejahterakan para pengelola penjara. "Selama ini kan pengelola penjara kesejahteraannya dari pemerintah kurang," ujarnya prihatin.LSM itu saat ini beranggotakan sekitar 60 ribu orang. Rahardi dan mantan PLH Sekjen KPU Sussongko Suhardjo menjadi 'sesepuh' LSM tersebut.Selain sibuk berkutat dengan urusan napi dan menulis buku, Rahardi kini juga tengah sibuk mengikuti Indonesia Infrastructure 2006. Gawean akbar pemerintah itu diikuti Rahardi karena pada tahun 1997, ia pernah menulis buku tentang keikutsertaan swasta dalam pembangunan infrastruktur.
(qom/nrl)











































