Jurus Ari Soemarno Hadapi Fitnah

Jurus Ari Soemarno Hadapi Fitnah

- detikFinance
Kamis, 16 Nov 2006 10:04 WIB
Jurus Ari Soemarno Hadapi Fitnah
Jakarta - Menjadi direktur utama sebuah BUMN besar seperti Pertamina sudah pasti akan berhadapan berbagai kritikan hingga fitnahan. Dirut Pertamina Ari Soemarno ternyata memiliki cara tersendiri menghadapi berbagai tuduhan yang disebutnya sebagai fitnah itu.Dalam kesempatan halal bihalal dengan wartawan yang biasa nongkrong di Pertamina, Ari tak melewatkannya dengan curhat atas berbagai masalah yang terjadi di Pertamina selama dirinya menjadi Dirut menggantikan Widya Purnama."Saya memang sengaja tak muncul ketika ada berbagai tuduhan. Saya sengaja nggak usah ketemu saudara-saudara dulu. Karena kalau saya bertemu dan memberi komentar akan menjadi kontroversi," kata Ari di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (15/11/2006).Karenanya, kakak kandung mantan Menperindag Rini Soewandi ini memilih untuk menunggu hingga suasana menjadi reda sembari. Kesempatan itu juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada wartawan untuk mencari fakta dan data atas semua tuduhan itu. "Kalau semua sudah cooling down baru saya muncul. Karena lama-lama kan wartawan juga lupa," seloroh Ari dibarengi dengan gelak tawa sejumlah undangan yang hadir termasuk wartawan."Itu trik saya menghadapinya," beber Ari.Ari mengaku sangat menyadari bahwa posisinya sebagai dirut tidak akan terlepas dari berbagai tudingan miring. "Makanya saya berhati-hati sekali menanggapinya agar tidak provokatif dan menjurus kontriversial," ujarnya."Masih banyak orang yang bicara jelek-jelek tentang saya. Bahkan dari mereka yang bicara jelek tentang saya karena merasa dirugikan akibat perubahan besar yang saya lakukan," ungkapnya.Pria kelahiran Yogyakarta, 14 Desember 1948 ini juga mengakui bahwa saat ini kultur-kultur lama di Pertamina masih sulit diubah. Dia saat ini berusaha untuk merubah kultur kultur itu demi untuk kebaikan Pertamina.Ari mencontohkan, dalam standar akuntansi Pertamina masih menggunakan model akuntasi lama yang sudah usang. Sementara Pertamina dituntut melakukan perubahan untuk akuntansi standar internasional dan harus diaudit. "Mereka yang kerja sudah 20 tahun harus kelimpungan karena perubahan. Ini harus kita lakukan, dan kita tidak mungkin memecat mereka," katanya.Tak jarang Ari juga masih menemukan bau KKN di perusahaannya. "Masih banyak yang coba-coba untuk KKN. Ada yang bikin SPJ fiktif. Yang kayak gini langsung kita pecat," tegasnya.Ari mengaku dirinya tak ingin Pertamina itu maju mundur, sehingga harus ada perubahan. "Saya tak mau kayak undur-undur (serangga-red). Pertamina harus maju terus," ujarnya. (mar/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads