Baharuddin 'Disindir' Tukang Cukur

Baharuddin 'Disindir' Tukang Cukur

- detikFinance
Senin, 11 Des 2006 10:14 WIB
Jakarta - Menjadi pejabat terkenal ternyata tak selamanya enak. Misalnya saja yang dirasakan anggota BPK Baharudin Aritonang. Ia terpaksa menaikkan bayaran gara-gara 'disindir' tukang cukurnya. Walah!Saat belum terkenal, Baharuddin biasa membayar tukang cukurnya dengan ongkos yang sangat murah hanya Rp 3.000 sekali potong. Baharuddin dan anaknya biasa mencukur rambut di perempatan Ciledug, Jakarta Selatan. Namun pada periode 1999-2004, saat Baharuddin menjadi anggota Komisi IX DPR RI, ia pun menjadi semakin beken karena cukup sering nongol di televisi. Tukang cukurnya pun semakin mengenalnya.Meski tidak meminta kenaikan ongkos cukur, namun Baharuddin menjadi tak enak hati hanya membayar Rp 3.000 setelah menjadi anggota DPR. "Saya dibuat repot ketika kemudian dia bilang 'Kemarin saya lihat di Bapak di TV, kalau gak salah Bapak anggota DPR'. Matilah aku, sudah tidak bisa menyamar. Jadi biasanya kami bayar Rp 3.000 terpaksa bayar Rp 20.000. Masak orang DPR bayar Rp 3.000 perak. Masya Allah," ujarnya sambil tertawa.Namun sayang, semenjak tukang cukur favoritnya itu kena gusur, Sarjana Farmasi ini kebingungan mencari tukang cukur yang pas."Sekarang sudah digusur, kemana-mana saya susah mencari tukang cukur yang pas seperti itu," keluh Baharuddin saat menjadi pembicara dalam seminar sosialisasi UU No 15 Tahun 2006 tentang BPK di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta, Minggu (10/12/2006) lalu. Pria kelahiran Padangsidempuan, 7 November 1952 itu menumpahkan sebagian lelucon tersebut dalam sebuah buku yang ditulisnya saat masih menjadi anggota DPR.Sayangnya, semenjak menjadi anggota IV BPK RI, Baharuddin kesulitan menulis buku lagi karena pekerjaan barunya sangat menyita waktu. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads