Soros dan Kisah Krisis 1997

Soros dan Kisah Krisis 1997

- detikFinance
Rabu, 13 Des 2006 15:42 WIB
Soros dan Kisah Krisis 1997
Jakarta - Spekulan pasar uang kawakan George Soros lagi-lagi menegaskan dirinya tidak terkait dengan krisis yang melanda Asia tahun 1997. Soros bahkan mengaku merugi di Indonesia ketika itu."Saya tidak mengambil posisi dalam pasar uang sejak beberapa bulan sebelum terjadinya krisis. Saya juga membuat kesalahan di Indonesia ketika rupiah jatuh, saya melepas terlalu awal di level Rp 6.000 yang kemudian ternyata mencapai Rp 10 ribu," ujar Soros.Hal itu diungkapkan Soros dalam diskusi Indonesian Outlook 2007, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/12/2006). Soros lebih senang kedatangannya dikaitkan dengan kegiatan filantropi miliknya Open Society Institute. Soros juga mengatakan krisis tahun 1997 terjadi bukan karena kesalahan para spekulator. Hal ini karena pada dasarnya setiap pelaku pasar melakukan spekulasi.Soros menuding pihak regulator yang lalai menjaga aturan main di pasar. Sehingga pasar menjadi fluktuatif dan mengakibatkan banyak kerusakan termasuk menyebabkan krisis."Yang terjadi adalah kesalahan menerapkan sistem nilai tukar tetap yang tidak konsisten dan harus dirubah. Saya melihat itu enam bulan sebelum krisis dan saya mengambil posisi ketika itu. Tapi saya tidak terkait dengan krisis karena saya tidak beroperasi di pasar saat terjadi krisis," tegasnya.Menanggapi pertanyaan peserta seminar soal tudingan dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad yang menyebutnya sebagai orang tak bermoral, Soros menjawab spekulasi tidak terkait dengan masalah moral.Pasalnya, spekulasi dilakukan untuk mencari keuntungan dan tidak memikirkan masyarakat di sekitar. "Moralitas tidak terkait dengan spekulasi," ujarnya.Dalam kunjungannya ke Indonesia Soros yang keturunan Israel ini mengunjungi DPR dan sejumlah tokoh agama. (ard/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads