Reisch, Presdir Bule Rasa Lokal

Reisch, Presdir Bule Rasa Lokal

- detikFinance
Kamis, 01 Feb 2007 10:38 WIB
Reisch, Presdir Bule Rasa Lokal
Jakarta - Berbicara dengan Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, Jens Reisch terasa cukup menyenangkan. Meski asli bule, Reisch ternyata Indonesia banget. Bahasa Indonesianya fasih, sefasih kecintaannya pada alam Indonesia. "Bahasa Indonesia tidak terlalu lain dengan bahasa Jerman dan Belanda. Saya sudah 3,5 tahun di Indonesia, dan saya yakini orang asing harus bisa belajar bahasa disini," ujar Reisch saat berbincang dengan detikFinance di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (31/1/2007).Namun Reisch mengaku bahasa Indonesianya belum sempurna 100 persen. "Tapi cukup lah untuk berkomunikasi," ujarnya sambil tersenyum.Pria kelahiran Stutgart, Jerman ini merasa perlu bisa berbahasa Indonesia mengingat mayoritas karyawannya adalah asli Indonesia. Dan jika perusahaan ingin besar, maka harus terjalin komunikasi yang baik antara pimpinan dan karyawannya."Kalau kita mau perusahaan baik, atau komunikasi dengan agen, karyawan harus sama nasabah kita lebih baik orang asing menguasai bahasa Indonesia," ujar Reisch yang mengaku belajar bahasa Indonesia secara otodidak ini.Saking fasihnya berbahasa Indonesia, Reisch bahkan sempat kagok berbahasa asli negaranya saat pulang kampung beberapa tahun silam. "Saya juga pernah ke Indonesia tahun 1996. Ketika saya pulang kampung tahun 1999, saya lupa bahasa Inggris dan bahasa Jerman," ujarnya sambil tertawa.Soal hobi, pria yang sudah 20 tahun bergabung dengan Allianz ini ternyata sangat menyukai hiking dan diving. Namun sayang, karena kesibukannya, kedua hobi itu jarang disambangi oleh Reisch. Khusus untuk hiking, jika perjalannya tidak banyak memakan waktu, Reisch selalu ikut serta. Tahun lalu, Reisch sempat hiking ke Gunung Agung. "Saya masuk ke kelompok Java Lava, isinya campur-campur kegiatannya naik gunung berapi. Dulu saya sering ikut tapi sekarang sudah tidak ada waktu," ungkapnya. Reisch mengaku sudah mendaki lebih dari 10 gunung di Indonesia. Setelah mendaki gunung-gunung di Jawa, Reisch berniat untuk melakukan pendakian di Lombok."Di Jerman ada juga gunung, tapi tidak sama dengan Indonesia," ujarnya sambil tersenyum.Sementara hobi diving juga disalurkannya kala akhir pekan. "Kalau hari Sabtu atau Minggu, saya diving di pulau Seribu atau Bali, saya lihat di Indonesia luar biasa paling bagus untuk diving," pujinya.Dengan menggeluti hobi-hobi cinta alamnya itu, Reisch mengaku bisa refreshing. "Senin sampai Jumat kerja berat. Naik gunung atau diving jadi refreshing," katanya.Namun terkadang, Reisch juga menyempatkan diri berolahraga di malam hari. Saking hobi berolah raga malam, Reisch pun menjadi beken di kalangan Satpam."Saya juga main tenis dan suka jogging malam-malam di Senayan sampai jam 9. Satpam disana sampai kenal saya," ujarnya sambil terbahak. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads