Dirut Humpuss Terusir

- detikFinance
Senin, 19 Feb 2007 13:39 WIB
Jakarta - Meski belum resmi diberhentikan oleh pemegang saham, Dirut PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) Teguh Arya Putra sudah tidak boleh menginjak kantor Humpuss di Gedung Granadi Kuningan.Terhitung 14 hari sejak dikeluarkannya surat pemberhentian sementara pada 18 Januari, ruangan kantor direksi tertutup untuk Teguh dan Bagoes Krisnamurti yang juga dipecat dari jabatan direktur."Terakhir saya ke kantor itu 1 Februari, tapi pintu ruangan kita dapati terkunci dan setelah dicari tahu ternyata itu dilakukan atas perintah Komut," kata Teguh dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (19/2/2007).Pada 18 Januari lalu, Komisaris Utama Humpuss, Amirudin Saud memberhentikan Dirut Humpuss Teguh Arya Putra dan Direktur Bagoes Krisnamoerti. Alasannya, karena ada penyelewengan kebijakan.Teguh menjabat Dirut Humpuss sejak 14 Juni 2004 dan Bagoes menjabat direksi sejak 27 April 2005. Dalam UU Pasar Modal posisi direksi berlangsung selama tiga tahun, namun bisa diperpanjang atau dikurangi jika pemegang saham memintanya.Teguh menceritakan, terkuncinya kantor tersebut membuat aktivitas kerja menjadi terganggu. Kegiatan tandatangan dokumen dan berkas akhirnya dilakukan di luar kantor seperti di rumah atau tempat lainnya.Menurut Teguh berdasarkan aturan di UU Pasar Modal, jika pemecatan tersebut tidak dilakukan melalui RUPS maka dalam waktu 30 hari terhitung dari tanggal dikeluarkannya surat pemecatan akan batal secara hukum. Artinya direksi yang dipecat akan kembali menjadi direksi yang sah."Ya menurut perhitungan kita waktu itu telah dilewati, dan kita hari ini akan ke Kantor di Granadi Kuningan," katanya.Teguh juga menegaskan, pemberhentian bukan karena masalah kinerja yang buruk karena masuknya dia dan Bagoes membuat kinerja HITS justru meningkat. Terlihat dari profit tahun 2005 sebanyak Rp 147 miliar dan meningkat menjadi Rp 170 miliar di tahun 2006. Sedangkan pendapatan juga meningkat di tahun 2006 menjadi Rp 900 miliar dibanding 2005 sebesar Rp 800 miliar.

(ir/qom)