Tangki Oli Bocor, Heli Mensos Nyaris Jatuh

Tangki Oli Bocor, Heli Mensos Nyaris Jatuh

- detikFinance
Selasa, 10 Apr 2007 16:04 WIB
Tangki Oli Bocor, Heli Mensos Nyaris Jatuh
Jakarta - Kecelakaan helikopter nyaris merenggut nyawa Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Tangki oli mesin helikopter yang ditumpanginya bocor. Untunglah sang pilot segera menyadari adanya kebocoran tersebut.Kejadian tersebut menimpa Bachtiar saat berkunjung melihat kondisi para pengungsi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).Saat itu ada 2 heli, dengan satu heli berukuran lebih besar. Bachtiar pun bertanya kepada pilot, heli mana yang akan ditumpanginya.Sang pilot meminta Bachtiar masuk ke heli yang besar. Heli yang lain akan digunakan untuk mengangkut rombongan wartawan.Bachtiar pun duduk manis di dalam heli itu. Bachtiar mengaku saat itu adalah pertama kalinya dirinya naik helikopter.Namun tiba-tiba di tengah perjalanan, ada bukit yang menghadang. Heli yang ditumpangi Bachtiar seperti tidak tahan untuk menaiki bukit. Akhirnya pilot mendaratkan heli di sisi bukit yang agak mendatar.Penasaran, Bachtiar bertanya pada pilotnya. Pilot meminta Bachtiar untuk tidak khawatir. Pilot meyakinkan Bachtiar bahwa masalah heli hanya persoalan kecil. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata oli mesin heli itu bocor. Kalau tidak segera mendarat, heli akan jatuh berkeping-keping."Saya pikir ini karena masalah mur yang kurang kenceng, dikencengein terus beres, belakangan saya tahu kalau helikopter yang saya naiki itu oli mesinnya bocor. Kalau dia tidak mendarat dalam waktu 3 menit helinya jatuh kayak nangka busuk. Ya untung saja waktu itu mendarat," cerita Bachtiar.Ia menyampaikan kisah mengerikan itu saat membuka seminar UU Penanggulangan Bencana dari perspektif Asuransi di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (10/4/2007).Sejurus kemudian, Bachtiar melanjutkan sambutannya. Menurutnya, memberi bantuan kepada pengungsi tidak segampang dalam film. Kalau di film, lanjut Bachtiar menurunkan alat berat ke pinggir pantai gampang. Kapalnya tinggal mendarat di pantai terus tentaranya keluar dari kapal."Itu di film, kalau aslinya waktu di Aceh bantuan dari Singapura perlu waktu 3 hari untuk merapat di pantai, kita perlu mengerahkan pasukan katak untuk mencari pantai yang landai, di film juga helikopter orang naik langsung terbang kenyataan tidak, waktu pertama baling-baling diputar lama baru terbang, jadi kita naik tidak langsung terbang," cerita Bachtiar. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads