Ultah ke-45, Said Didu Nantikan Puber Kedua
Rabu, 02 Mei 2007 13:49 WIB
Jakarta - Sekretaris Menneg BUMN Said Didu hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-45. Di usia yang sangat matang ini Didu mengaku belum mencapai puncak karir. Satu lagi yang ditunggu-tunggu, Didu ingin merasakan nikmatnya puber kedua."Terima kasih sudah hadir di acara ini, 45 tahun merupakan umur puncak bagi seorang laki-laki. Seharusnya di usia 45 tahun saya sudah di puncak karir tapi enggak-enggak juga nih. 45 Itu kalau laki-laki sudah memasuki puber kedua, tapi saya sedang menunggu itu kok gak dateng-dateng keduanya," seloroh Didu.Didu merayakan hari jadinya bersama puluhan wartawan yang biasa meliput di Kementerian BUMN, puluhan pegawai BUMN, dan dihadiri Deputi Menneg BUMN Bidang Privatisasi Mahmuddin Yassin di kantornya lantai dua, Gedung Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (2/5/2007)Didu yang menggunakan kemeja putih itu terlihat sumringah di hari jadinya. Kumpulan wartawan pun memberikan kado sarung tangan dan deker yang ada kantong korek dan rokok. Hadiah deker ini memang sangat cocok dengan Didu yang hobi bermain sepak bola dengan posisi andalan sebagai penjaga gawang.Didu juga mendapat hadiah buku-buku agama dari Deputi Menneg BUMN Aries Mufti.Yang paling heboh tentu saja kado dari karyawannya. Sebuah kue ulang tahun bergambar unik. Kue itu berhias wajah Didu yang dibawahnya ditulis namanya dan Nomor Induk Pegawai (NIP).Kue itu juga dipercantik dengan riasan kartu domino dan batang-batang rokok. Menurut pegawainya, rokok dan kartu domino adalah dua kegemaran Didu yang sangat sulit dipisahkan.Karyawan BUMN rupanya tidak rela jika di hari bahagianya ini Didu tidak dikerjain. Alhasil, ketika harus meniup lilin Didu harus meniupnya berkali-kali sampai mengeluarakan tenaga ekstra, tapi itu pun masih gagal. Wuuss... Rupanya kue itu sengaja dipasangi lilin yang tidak bisa dimatikan apinya. Karyawan dan wartawan pun tertawa terbahak-bahak. Tahu kalau sedang dikerjain, Didu pun segera mencopot lilin itu dan mematikannya dengan menggesek-gesek lilinnya. Capek deh...!!!
(ir/umi)











































