Paskah Jadi Incaran Sales

Paskah Jadi Incaran Sales

- detikFinance
Jumat, 04 Mei 2007 13:57 WIB
Paskah Jadi Incaran Sales
Jakarta - Sales investasi terkadang suka nekat dan tak pandang bulu menawarkan produknya. Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ternyata sering menjadi kenekatan sales investasi. Dalam kesempatan wawancara dengan detikFinance, Rabu (2/5/2007) lalu, Paskah mengaku mendapat tawaran investasi yang cukup menggiurkan dari para sales itu. Mungkin sales-sales itu tahu Paskah seorang menteri, sehingga tawaran investasinya pun mencapai miliar. Ada yang meminta Paskah menanam Rp 3 miliar, nah beberapa selang waktu kemudian investasinya akan meningkat menjadi Rp 10 miliar.Karena sering ditawarin yang begituan, Paskah jadi bosan dan keki. Paskah pun meneriaki sang sales yang menghubunginya lewat telepon. "Kamu tidak tahu saya menteri apa?," ujar Paskah sambil tertawa lebar ketika menceritakan pengalaman itu.Saat menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Paskah pun sering mendapat tawaran serupa. Dalam kesempatan wawancara khusus sekitar 1 jam tersebut, Paskah juga menceritakan sejumlah pengalaman menariknya selama jadi menteri. "Yang menarik bagi saya pertama adalah capek, ya jelas. Tapi sesungguhnya itu memang pengabdian, harus memperbaiki berbagai program dan anggaran disesuaikan dengan target pemerintah 5 tahunan. Tapi ya gak apa-apa lah, toh kita juga pengabdian," ujarnya.Di kantor Bappenas ini, dia tidak melulu mengurus ekonomi tapi juga politik dan kesejahteraan sosial. Beda saat dia menjadi anggota DPR dulu, Paskah hanya mengurusi soal ekonomi dan keuangan."Di Bappenas ini berbagai macam hal, satu hal yang jarang kita lakukan menggarap berbagai program dalam 1 gedung. Waktu di saya hanya mengurus ekonomi keuangan, sekarang Kesra, mendesain program dan sebagainya," ujarnya.Tidak jarang ada menteri lain yang marah-marah karena usulan program atau proyeknya dicoret oleh Bappenas."Itu sih sudah makanan sehari-hari kalau di sini, dimarahin, sudah sehari-sehari tapi memang kita ingin perbaikan," ujarnya.Soal hobi, Pria kelahiran Bandung, 6 April 1953 itu mengaku senang jalan-jalan di treadmill. Namun karena waktunya terbatas, hobi tersebut sering tertunda. Paskah pun jarang pulang ke rumah di Bandung. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads