Jelang Reshuffle, Mendag Nikmati Mie Ayam dan Es Durian
Sabtu, 05 Mei 2007 11:17 WIB
Jakarta - Apa kegiatan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelang reshuffle kabinet ? Yang pasti, Mari tetap tenang dan mengunjungi pasar-pasar sembari makan mie ayam plus es Durian. Yummy...Kegiatan Mari Pangestu pada Sabtu (5/5/2007) adalah mengunjungi sejumlah pasar para yakni pasar Induk Cipinang, pasar Jatinegara, pasar Cikini. Dalam kunjungannya kali ini, Mari tampak santai mengenakan setelan berwarna coklat dipadukan dengan sepatu santai.Di pasar induk Cipinang, Mari memantau perkembangan harga beras di pasar dengan mewawancarai sejumlah pedagang. "Kan pasar Cipinang ini merupakan barometer perkembangan perberasan di Jakarta. Saya ingin memastikan bahwa stok beras mencukupi untuk kebutuhan DKI Jakarta dan juga harga tidak kembali naik. Karena panen raya itu mundur dua bulan, baru terjadi Mei," jelasnya.Setelah puas berkeliling pasar, Mari melanjutkan perjalanan ke pasar Jatinegara dengan mengendari VW Caravelle warna hitam, dan mendapat pengawalan. Di pasar Jatinegara, Mari memantau perkembangan harga minyak goreng dengan mewawancarai sejumlah pedagang dan juga operasi pasar minyak goreng yang tengah digelar di pasar tersebut."Harga naik ya bu?" tanya Mari."Iya bu, harga di pasaran memang segitu, padahal pasokan cukup," jawab seorang pedagang. Selesai meninjau harga minyak goreng, Mari pun melanjutkan perjalanan ke ke pasar Cikini untuk memantau harga bahan makanan pokok terutama telur dan juga operasi pasar minyak goreng. Roadshow ke tiga pasar pun berakhir sekitar pukul 10.00 WIB lebih. Mari dan rombongan melanjutkan acara dengan makan-makan di sebuah warung tenda di Cikini yang menjual mie ayam dan es durian."Ini enak lho mas. Pokoknya mas harus nyobain, harus pesen," jelas Mari berpromosi kepada para wartawan yang mengikutinya.Selesai menyantap dua menu utama tersebut, Mari pun mengeluh. "Waduh saya nggak makan lagi sampai malam," ujarnya."Kenapa bu?" tanya wartawan dengan heran."Ini sudah cukup karbohidratnya," ujar Mari sambil menunjuk mie ayam yang seporsi berharga Rp 8.000 itu."Dan ini juga sugar-nya sudah kebanyakan, jadi kayaknya saya nggak bisa makan lagi sampai malam," tambah Mari sambil menunjuk mangkok es durian. Puas makan-makan, Mari pun pulang. Sementara wartawan dengan iseng bertanya kepada para pelayan warung tenda yang laris tersebut."Mas tahu nggak yang beli tadi siapa?" tanya wartawan."Nggak tahu mas," jelas seorang pelayan."Lho, itu kan bu menteri perdagangan," jelas para wartawan."Wah, masak mas. Waduh saya nggak tahu," ujar seorang pelayan sambil tersipu malu.
(qom/qom)











































