Sugiharto Curhat di BUMN Forum
Rabu, 09 Mei 2007 10:02 WIB
Jakarta - Acara BUMN Forum dimanfaatkan oleh Mantan Menneg BUMN Sugiharto untuk curhat habis-habisan. Sebuah pidato perpisahan khusus pun dibuatnya. Isinya? Ada yang lucu dan ada yang mengharukan.Pidato perpisahan tersebut disampaikan Sugiharto dalam BUMN Forum yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (9/5/2007). Hampir seluruh direksi BUMN hadir dalam kesempatan tersebut.Sugiharto yang mengenakan jas warna gelap ini mengaku, dalam acara BUMN Club Meeting, ia jarang sekali membuat pidato."Tapi kali ini, saya membuat pidato agar saya bisa menyampaikan masukan-masukan kedepannya seperti apa," ujarnya.Ia pun berkisah tentang 'sejarah' reshuffle dirinya, yang dimulai dengan pemberitahuan dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Selanjutnya, pada Senin (7/5/2007), Sugiharto dipanggil oleh Presiden SBY.Saat dipanggil itu, Presiden SBY memberitahukan bahwa ia akan mencopot Sugiharto pada saat kinerja BUMN sedang dalam masa puncak. SBY juga menyampaikan kepada Sugiharto bahwa ia pernah mengalami masa-masa dicopot sebagai menteri. "Jadi saya paham perasaan Anda," kata Sugiharto mengutip pernyataan SBY."Berbeda dengan menteri sebelumnya yang diganti, saya tidak meneteskan air mata karena saya sudah mengalami banyak cobaan. Mendapat jabatan adalah cobaan, kehilangan jabatan juga adalah cobaan," ujar Sugiharto.Meski tidak meneteskan air mata, namun Sugiharto mengaku dirinya sempat khawatir. Namun kekhawatiran itu tidak terkait dengan kehilangan jabatan ataupun fasilitas dan kendali atas BUMN."Melainkan khawatir karena GCG yang saya tanamkan belum terlaksana sepenuhnya," ungkap Sugiharto.Pengalaman mendarat di Meulaboh, Aceh yang hancur lebur dilanda tsunami pada Desember 2005 menjadi kisah paling berkesan bagi Sugiharto. "Sebagai pemimpin dari sekian banyak BUMN, ketika disitu saya merasa sama sekali tidak berdaya," ujarnya.Setelah tak lagi menjabat sebagai menteri, mantan Direktur Keuangan Medco ini mengaku ingin istirahat. "Sebagai manusia biasa, pertama-tama saya akan ambil cuti karena selama 2,5 tahun, saya tidak pernah bisa mengambil cuti. Saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga," ujar Bapak enam anak ini. "Yang kedua, saya akan mengikuti usul salah satu menteri saya untuk jogging," ungkap Sugiharto yang disambut tawa hadirin."Jika saat jogging masih menjadi menteri, saya akan dikejar-kejar orang yang mengharap kejatuhan proyek BUMN. Sekarang, setidaknya saya bisa jogging dengan pikiran yang lebih tenang tanpa beban," katanya sambil tertawa.
(qom/ir)











































