Dirut Indosat Akrab dengan Ayam
Rabu, 13 Jun 2007 13:57 WIB
Jakarta - Apa hubungan ayam dan industri telekomunikasi? Pastinya tak ada. Namun Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam ternyata malah selalu berhubungan dengan ayam.Maklum saja, Johnny ternyata seorang penggemar ayam. Gara-gara hobinya yang senang memelihara ayam, Johnny pun sering diledek teman-temannya. Namun karena sudah kadung hobi, Johnny tidak menghiraukan ledekan itu."Hobi saya suka diketawain orang, saya hobinya berternak. Macam-macam ada ayam, ikan, kambing. Berkebun juga, saya punya lidah buaya," ujarnya dalam kesempatan wawancara dengan detikFinance , di kantornya lantai 3 Gedung Pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (12/6/2007) sore.Johnny mengaku mempunyai ternak ayam kecil-kecilan di daerah Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Dia mengurus ayam-ayam itu selama 10 tahun bersama istri tercintanya. Ayam yang dipilihnya bukan ayam hias, tapi ayam potong yang nantinya akan dijual. Johnny mengaku tidak punya alasan khusus kenapa dia memelihara ayam. "Saya senang saja, kalau kamu hobi renang ditanyai hobi renang kenapa kamu renang?" ujarnya balik bertanya sambil tertawa renyah.Penyakit Flu Burung yang sempat merebak, pasti mempengaruhi usaha ternak ayam Johnny. Meski tidak ada ayamnya yang kena, toh saat akan menjual, harga ayamnya pada turun karena isu flu burung."Tapi untuk flu burung penyakitnya gak kena, tapi dari harganya kena, karena jatuh harganya," ujar bapak dua anak ini.Tidak takut kena flu burung Pak? "Ya seperti kalau kita hidup, dijalanin saja. Yang baik dan bagus memeliharanya, merawat yang baik, musibah ada saja," ujarnya diplomatis.Selain investasi ayam potong, Johnny tentunya memilih investasi yang keren yakni reksa dana. Sebelum menjadi direksi Indosat, Johnny mengaku sempat mencoba peruntungannya dengan berinvestasi di saham. Dia mulai membeli unit reksa dana sejak 4 tahun yang lalu."Ya portfolio ada, tapi sejak jadi direksi Indosat saya nggak punya waktu. Kalau saham kan kita harus pantau setiap hari. Saya sekarang ikut di reksa dana saja, karena tidak punya waktu banyak. Kalau punya banyak waktu saham beli langsung. Kalau saham saya main pertama kali 1989, rugi ada saja tapi yang untung juga banyak," ujarnya.Untuk tempat berlibur, Bali menjadi tempat favorit Johnny. Mantan Dirut Satelindo ini lebih memilih mengunjungi Bali ketimbang ke taman laut Bunaken di Manado. "Bali lah. Kalau Bunaken saya nggak bisa diving," timpalnya.
(ddn/qom)











































