Miranda Bangga Jadi Akademisi
Senin, 03 Sep 2007 12:36 WIB
Yogyakarta - Orang mungkin lebih kenal Miranda S. Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Namun Miranda mengaku lebih bahagia jika disebut orang sebagai akademisi. "Meskipun saya sering diidentifikasikan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, tapi dalam hati kecil, saya mengidentifikasikan diri saya sebagai scholar sebagai akademisi," ungkap Miranda.Hal itu diungkapkan saat menjadi pembicara di seminar nasional di gedung Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jalan Teknika Utara, Yogyakarta, Senin (3/9/2007).Miranda mengaku lebih senang dikenal sebagai akademisi karena sudah bertahun-tahun mengajar di almamaternya, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI). Sebagai seorang akademisi, dirinya bisa merasakan kebahagian tersendiri saat berada di lingkungan kampus."Saya sangat bangga berpuluh-puluh tahun bisa terus mengajar sejak tahun 1972 dan sampai hari ini masih aktif mengajar di FE UI. Itu dengan sendirinya sebagai seorang akademisi merasakan kebahagiaan tersendiri bisa dengan bisa mengajar," kata Miranda yang mengenakan pakaian stelan warna krem itu.Demikian pula saat berada di lingkungan kampus seperti di kampus UGM, Miranda merasakan suasana yang lain lagi. Bukan hanya gedungnya yang megah dan bagus tapi berada di kampus kerakyatan yang melahirkan pemikir handal berbasiskan ekonomi kerakyataan. Miranda pun lantas mengingat usaha almarhum Prof Dr Mubyarto yang tak lelah membela ekonomi berbasis ekonomi kerakyataan dengan mengedepannkan ekonomi Pancasila dalam pengelolaan ekonomi."Itu merupakan bagian yang tertelepaskan dari UGM. Dan, sekarang ini sangat tepat kalau kita membicarakan dengan topik, Peningkatan peran lembaga keuangan daerah sebagai sumber pembiayaan sektor usaha informal dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan mengatasi pengangguran daerah," kata wanita yang kerap kali gonta-ganti warna rambut ini.Miranda pun selanjutnya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini dinilainya sudah sangat baik, stabilitas makro dan sistem keuangan juga relatif terjaga. Demikian pula inflasi yang cukup rendah."Hal itu ditunjukkan adanya beberapa barang yang dulu secara administrtif harganya ditentukan pemerintah seperti minyak, sekarang ini sudah dilepaskan. Artinya kita boleh mengharapkan bahwa ada usaha untuk menjaga inflasi yang rendah dipelopori oleh BI," katanya.Mengenai pelemahan rupiah akhir-akhir ini, Miranda meminta agar semua pihak menyikapinya dengan arif. Sebab hal itu tidak hanya terjadi di negara Indonesia saja tapi juga negara lain seperti di AS dan beberapa negara lain.
(bgs/qom)











































