Kabar duka datang dari industri bisnis nasional. Pengusaha pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura.
Michael Bambang Hartono merupakan salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal sebagai pemilik Djarum bersama saudaranya, Robert Budi Hartono.
Grup Djarum membawa kedua saudara itu menempati posisi sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$ 43,8 miliar atau setara Rp 743,42 triliun (kurs Rp 16.973) pada tahun 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, berdasarkan data terbaru Forbes, tercatat kekayaan Michael Hartono secara terpisah mencapai US$ 17,5 miliar atau setara Rp 297,03 triliun. Michael menempati posisi sebagai orang terkaya ke-158 di dunia.
Lalu, apa saja sebetulnya gurita bisnis Grup Djarum yang berhasil membesarkan namanya itu?
Grup Djarum dikenal luas sebagai produsen rokok di Indonesia. Djarum juga memiliki investasi di berbagai sektor mulai dari finansial, teknologi, hingga ritel. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut gurita bisnis keluarga Hartono.
Rokok
Djarum merupakan salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia dan dunia. Perusahaan ini memproduksi berbagai merek tembakau, mulai dari Djarum Super, Djarum Black, L.A, dan lain sebagainya.
Bisnis rokok ini menjadi salah satu pilar utama dari kekayaan Grup Djarum. Bisnis ini diwariskan dari ayah mereka Oei Wie Gwan yang merintis usaha tersebut sejak tahun 19.63.
Perbankan
Hartono bersaudara merupakan salah satu pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA terbesar. Berdasarkan laporan resmi Bursa Efek Indonesia, per 30 September 2025, Michael sendiri memegang 27,02 juta atau 0,022% saham BBCA.
Selain itu, ia juga memiliki saham BBCA melalui kepemilikan tak langsung lewat β’ PT Dwimuria Investama Andalan. Perusahaan ini memegang sebanyak 67,72 miliar saham atau 54,94%.
Elektronik
Grup Djarum juga merambah bisnis elektronik. Melalui PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), perusahaan berfokus pada produksi televisi, kulkas, AC dan telepon seluler (ponsel).
Digital
Grup Djarum pun mengembangkan bisnis ke sektor ritel online atau e-commerce dan media. Mereka memiliki PT Global Digital Prima Venture yang menaungi Blibli.com, kaskus.co.id, Mindtalk, LintasME, Crazymarket, DailySocial.net.
Properti
Hartono bersaudara juga terjun ke bisnis properti. Grup Djarum memegang PT Cipta Karya Bumi Indah, perusahaan swasta pengelola Mal Grand Indonesia hingga Hotel Kempinski.
Ada juga proyek properti lain dengan kelas menengah ke bawah yang dimiliki Hartono bersaudara, mulai dari World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Mal Daan Mogot, Karawang Resinda, dan Padma Hotel Karawang.
Ritel, Makanan, dan Minuman
Selain sektor properti, Grup Djarum juga memiliki saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), yang mengelola jaringan supermarket seperti Ranch Market. Keluarga Hartono juga memiliki PT Sumber Kopi Prima, perusahaan produsen produk bermerek Caffino dan Kopi Gadjah.
Perkebunan
Grup Djarum juga merambah ke sektor perkebunan kelapa sawit. Lewat PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum mengelola puluhan hektare kebun sawit di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Selain itu, Grup Djarum juga mengembangkan komoditas lain, seperti cengkeh, tembakau, tebu, hingga minyak atsiri.
Telekomunikasi
Bisnis Hartono bersaudara juga merambah ke sektor telekomunikasi dengan mendirikan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), salah satu operator menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Melalui anak usaha, TOWR memiliki ribuan menara yang disewakan kepada operator seluler.
Berikut rangkuman sebagian bisnis yang dikembangkan oleh Michael Hartono dan saudaranya melalui Grup Djarum. Masih banyak bisnis-bisnis lainnya yang belum tercantum dalam daftar.
(shc/fdl)










































