CEO Merrill Lynch Jadi Korban Krisis Subprime Mortgage

CEO Merrill Lynch Jadi Korban Krisis Subprime Mortgage

- detikFinance
Rabu, 31 Okt 2007 09:27 WIB
CEO Merrill Lynch Jadi Korban Krisis Subprime Mortgage
New York - Satu persatu korban krisis subprime mortgage terus bermunculan. Kali ini korbannya adalah chairman dan chief executive Merrill Lynch Stan O'Neal.O'Neal akhirnya mundur dari jabatannya setelah bank investasi global itu mencatat kerugian hingga miliaran dolar AS, yang merupakan angka kerugian terbesar dalam 93 tahun sejarah Merrill Lynch.O'Neal merupakan CEO pertama Wall Street yang kehilangan jabatannya setelah terjadinya krisis subprime mortgage yang kini menimbulkan kecemasan terjadinya bencana resesi di AS.Merrill Lynch dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (31/10/2007) menyatakan, O'Neal telah memutuskan untuk 'pensiun' secepatnya. "O'Neal dan dewan direksi keduanya setuju bahwa perubahan kepemimpinan adalah terbaik bagi Merrill Lynch untuk melangkah maju dan fokus memperbaiki performa operasi bisnisnya," demikian pernyataan dari Merrill Lynch.Dewan Direksi juga telah memutuskan untuk memilih anggotanya, Alberto Cribiore sabagai non-executive chairman interim.Namun Merrill Lynch tidak menyebutkan berapa kompensasi yang diterima O'Neal terkait 'pensiun dini' tersebut. Menurut juru bicara Merrill Lynch, O'Neal tidak akan menerima apapun, namun tetap diperbolehkan menyimpan stock option-nya.O'Neal, 56 tahun telah menjadi CEO Merrill Lynch sejak Desember 2002. Dengan mundurnya O'Neal, maka Wall Street akan kehilangan satu-satunya pimpinan bank investasi terkemuka yang berdarah Afrika-Amerika. Perjalanan O'Neal menapaki Wall Street cukup berliku. Sebelum mencapai megahnya Wall Street, O'Neal hanyalah seorang anak miskin dari Selatan."Saya sudah sangat beruntung menghabiskan 21 tahun di Merrill Lynch. Perusahaan ini telah memberikan saya kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan untuk berkembang," ujarnya.Pengunduran diri O'Neal memang sudah diperkirakan sebelumnya setelah Merrill Lynch mengumumkan akan melakukan hapus buku hingga US$ 7,9 miliar dolar, terutama untuk surat berharga berbasis subprime mortgage. Hapus buku itu menyebabkan kerugian hingga US$ 2,24 miliar. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads