"Sekarang anak saya umur 18, saya sampaikan ke anak saya, pohon ini umurnya 30 tahun cuma segini. It takes 30 years untuk dapat pohon yang cukup besar," cerita Menkeu Sri Mulyani.
Cerita itu disampaikannya disela-sela penanaman 2.000 pohon di lingkungan Gedung E Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
Jadi, kata wanita berusia 45 tahun itu, jika hari ini kita mulai menanam pohon, maka pohon rindang itu baru akan kita nikmati jika sudah pensiun. "Tapi itu If we care enough," imbuhnya.
Sri Mulyani dan para pegawai Depkeu pagi ini menanam 2.000 pohon sebagai bagian dari pekan pemeliharaan pohon yang dicanangkan Presiden SBY. Menkeu memulai penanaman 2.000 pohon di lingkungan Depkeu baik pusat maupun daerah.
"2.000 ini harus benar-benar statistiknya kalau Depkeu nipu 2.000 bahaya loh, dan nanti kita laporkan ke Menhut, supaya tidak terjadi kebohongan publik," ujar Menkeu terbaik se-Asia ini.
Sri Mulyani juga meminta para pegawainya untuk menanam minimal 1 pohon. "Tapi jangan tanam anggrek ya, yang ditanam pohon beneran," pesan Sri Mulyani.
Pohon yang ditanam antara lain pohon sawo kecik, tanjung, mahoni, ketapan dan pohon jati. Pohon-pohon itu ditanam di areal parkir gedung baru depkeu yang terletak di Jalan Wahidin Raya. Memang gedung baru itu belum banyak pohonnya, paling hanya pohon palem.
"Saya memang waktu pindah ke gedung ini saya sudah bilang ke Pak Sekjen saya tidak suka karena terlalu gersang dan saya protes karena palem saja, palem itu tidak banyak menyerap karbon. Ini memang biasanya kontraktor paling suka dan paling gampang nanam dan paling males ya nanam palem saja," kritik mantan Direktur IMF ini.
(ddn/qom)











































