Kerugian yang dibuat Kerviel ini lebih besar 4 kali lipat dibanding pembobol bank Inggris Baring Bank, Nick Leeson. Leeson akhirnya dikurung 6,5 tahun gara-gara ulahnya membuat Baring Banks rugi.
"Ini adalah kisah serupa dengan Nick Leeson, kisahnya benar-benar sama. Kita melihat seorang pialang yang melakukan perdagangan berjangka atau derivatif dan menyembunyikan kerugian dengan menggunakan kelemahan dalam sistem manajemen risiko," ujar analis dari Celent, Axel Pierron seperti dikutip dari Forbes, Jumat (25/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perdagangan seperti itu biasa terjadi tiap hari dalam pasar keuangan. Apa yang membuat kaget saya adalah skalanya, saya tidak pernah mengira kerugian bisa sebesar ini," ujar Leeson.
Kerviel sudah bekerja di Societe Generale sejak tahun 2000. Dia mendapat gaji sekitar US$ 147.164 per tahun.
Pierron juga menilai Kerviel yang masih muda ingin mengejar bonus yang tinggi sehingga dia mau mengambil risiko yang besar. Kerviel di mata Perron tidak ingin mencuri dari bank itu.
"Kerviel ini memiliki kinerja yang bagus pada tahun 2006," ujarnya.
Kombinasi dari kinerja yang baik dan ego yang tinggi bisa membuat Kerviel mengambil risiko itu untuk mencoba mengalahkan pasar. Societe General sendiri enggan berkomentar mengenai laporan media soal Kerviel ini.
Pembobolan ini sekaligus menambah besar kerugian yang diderita SocGen. Bank tersebut juga menderita rugi hingga 2 miliar euro akibat krisis subprime mortgage.
Dengan sederetan kemalangan itu, maka Societe Generale hanya berhasil membukukan laba bersih antara 600-800 juta euro di tahun 2007, atau merosot jauh dibandingkan laba bersih US$ 5,2 miliar yang dicetak pada tahun 2006.
(ddn/qom)











































