Meski jalan-jalan jauh ke Milan, Italia, rupanya nasib apes masih membuntutinya. Pada 24 Januari kemarin, Ali Herman harus merasakan pahitnya kecopetan di negeri kiblat mode itu. Kok bisa?
Nasib sial itu bermula ketika Ali Herman meletakkan tasnya didekat anaknya.
"Saya yakin saja, karena ada anak saya di situ," katanya saat ditemui dikantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (29/1/2008).
Namun setelah kembali dari jalan-jalannya, ia merasa ada yang janggal. Ia tambah kaget ketika menyadari tasnya tidak ada ditempat ia menaruh tadi. Akibatnya, uang sebanyak US$ 3.000, handphone dan tustel miliknya pun raib.
"Ya sudah, mau gimana lagi. Tasnya sudah pindah lokasi," katanya.
Untungnya, paspor dan dokumen lainnya aman tersimpan di sakunya.
Jalan-jalan ke Milan ternyata sudah jadi impiannya sejak lama. Bahkan visanya terpaksa berulang kali diperpanjang karena rencananya terus tertunda.
"Makanya begitu dipecat, saya langsung berangkat," kata Ali Herman dengan tersenyum.
(lih/qom)











































