Robert mengaku suka jalan-jalan bersama kambing piaraannya di sekitar rumahnya daerah Menteng, Jakarta Pusat.
"Saya sering dikira gila, karena suka jalan-jalan keliling Menteng bersama kambing piaraan saya. Nama kambingnya Gotti. Nama itu saya ambil dari seorang tokoh Mafia Amerika John Gotti," tutur Robert, di restoran Izzi cabang Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (19/2/2008).
Robert adalah pucuk pimpinan merek restoran ternama, Izzi. Ia adalah kelahiran Inggris, kemudian sekolah di Amerika. Robert pertama kali datang ke Indonesia tahun 1997.
"Tujuan saya waktu itu bisnis batubara. Kemudian malah ikut-ikutan bisnis dotcom seperti Detik, lalu setelah saya jual, saya mulai beralih ke bisnis restoran Izzi di 2002," ulas Robert.
Kini ia telah menetap di Indonesia selama 10 tahun lebih. Sudah beristri pribumi pula, dan menjadi muallaf.
"Saya cinta Indonesia. My passport is English, but my hati is Indonesia," ujar Robert.
Enterpreneur yang masih patah-patah bicara bahasa Indonesia ini, sangat menyukai kebersihan. Dalam wawancara dengan detikFinance, sering ia menegur pekerja-pekerjanya jika melihat ada sedikit saja kotoran di restorannya.
"Kebersihan itu imej. Kalau tidak bersih, siapa yang mau makan disini?" ujar Robert.
Robert juga sangat perfeksionis dalam menjalankan bisnisnya. Tampak ia segera menghubungi karyawannya ketika mengetahui ada satu speaker di restorannya yang tidak bersuara alias mati.
"Retail is detail," tegas Robert.
Maksudnya, menjalankan bisnis ritel harus memperhatikan segala aspek, tidak ada yang boleh diabaikan sekecil apapun itu.
"My life is my work. Everything I do is for the business. 100% on Izzi," papar Robert.
(dro/qom)











































