Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Tokoh Berpengaruh Asia

Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Tokoh Berpengaruh Asia

- detikFinance
Senin, 10 Mar 2008 15:17 WIB
Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Tokoh Berpengaruh Asia
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh dalam perkembangan Asia atau Leader in Rising Asia oleh Singapore Institute of International Affair (SIIA).

"Penghargaan diberikan kepada Menkeu atas kontribusi luar biasa yang dihasilkan dalam bidang ekonomi, public policy, dan governance, khususnya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, baik di lingkup nasional, regional, maupun internasional," demikian siaran pers dari Depkeu, Senin (10/3/2008).

Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada tokoh pemerintah, namun juga tokoh bisnis dan organisasi internasional yang berperan dalam meningkatkan posisi dan nilai Asia di dunia internasional.

Tiga tokoh lainnya yang juga diundang menerima penghargaan adalah:
  1. Sekretaris Jenderal Asean, Mr. Surin Pitsuwin
  2. Chairman of Infosys Technologies Ltd., India, N.R. Narayana Murthy
  3. Chairman of Hang Lung Group Ltd., Hongkong, Ronnie C. Chan.

Sebelum mendapat penghargaan, Menkeu juga diinterview oleh Pimpinan SIIA. Menkeu menyampaikan berbagai issue seperti governance, transparansi, reformasi ekonomi dan fiskal berikut pencapaiannya, dan termasuk pula isu peran yang dapat dijalankan oleh wanita Asia dalam menyongsong perkembangan Asia.

Interview diliput langsung oleh jaringan televisi AXN, dan merupakan salah satu program dari rangkaian acara ulang tahun ke-10 jaringan televisi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menkeu juga menyampaikan pidatonya yang bertema 'Leadership and Public Governance in Asia'.

Menkeu menyatakan, dampak dari kombinasi regulasi yang tidak konsisten dan kelemahan governance berikut kerapuhan sistem politik pada beberapa negara menjadi kontribusi utama terjadinya krisis ekonomi Asia pada tahun 1997-1998.

"Setelah terjadi krisis, antara lain telah dilakukan reformasi di dalam institusi termasuk reformasi birokrasi, upaya penguatan sektor keuangan dan juga dibentuk Forum Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia khususnya terhadap goncangan dari luar," jelas Menkeu dalam pidatonya.

Menkeu juga menyampaikan berbagai reformasi birokrasi yang dilakukan, termasuk di institusinya yakni Depkeu.

"Dampak reformasi kepada masyarakat dan ekonomi yang dapat dilihat dari kebijakan dan kinerja ekonomi, perdagangan, dan investasi. Kepercayaan dan stabilitas ekonomi yang terjaga memungkinkan terjadinya pemulihan dan percepatan kegiatan ekonomi dan perbaikan kondisi kesejahteraan secara umum," imbuhnya.

Ia pun mengungkapkan berbagai keberhasilan bidang ekonomi yang berhasil diraih pemerintah Indonesia. Misalnya pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3% dengan inflasi (6,6%), SBI (8%), dan debt ratio (38% dari GNP).

"Perbaikan ini terjadi meskipun ekonomi menghadapi tantangan yang tidak mudah seperti bencana alam dan perubahan iklim, kenaikan harga minyak dan komoditas dunia, krisis keuangan di Amerika dan resesi dunia," terang Menkeu.

(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads