Kejadian itu berlangsung usai acara penyaluran minyak goreng bersubsidi operasi pasar (OP) di kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2008).
Mari Pangestu yang lantas dikerumuni wartawan tak melihat adanya sebuah bata blok yang berlubang dan berisi air bekas hujan. Karena kerumuman wartawan demikian padat, Mari tak melihat lubang itu. Dan byurr.....kaki Mari yang mengenakan sepatu hak tinggi itu tercebur.
"eh....ehh....eh," ucap Mari sambi terkaget-kaget sambil tertawa.
Tak urung sepatu hak tingginya yang berwarna coklat menjadi basah kuyup. Namun kejadian itu tak menyurutkan semangat Mari, dan acara wawancara dengan wartawan tetap berlanjut.
Dalam pesannya, Ia meminta pemerintah daerah agar selalu siap dalam mendukung pelaksanaan subsidi minyak goreng ini.
"Sudah berjalan lancar sudah mencapai 200.000 liter. belum disemua daerah. Sudah ada yang melaksanakna di beberpa daerah," ucapnya dengan suara serak.
Ia menyangkal kalau program ini dinilai lambat, karena menurutnya beberapa pemda sekarang masih harus identifikasi warga, membagikan kupon dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(hen/qom)











































