"Kita diundang di hotel bintang lima di Vietnam, justru si Camat yang mengundang kita memakai sepeda motor," kata Ciputra dalam acara Wirausaha Muda Mandiri Training of Trainers Pendidikan Kewirausahaan Kerjasama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Ciputra Foundation, di Hotel Ciputra, Jakarta, Senin (21/4/2008).
"Ini artinya mereka ini mental efisiensi cerminan dari seoarang wirausahawan. Kalau kita itu justru yang diundang naik motor yang mengundang naik mobil," kata Pak Cip panggilan akrabnya yang terlihat santai dengan sepatu ketsnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciputra menilai Indonesia masih kekurangan para wirausahawan terutama dari kalangan muda, padahal untuk bisa menjadi negara yang maju Indonesia perlu banyak wirausawan. Jumlah wirausahawan di Indonesia hanya mencapai 0,18% dari jumlah penduduk
"Wirausahawan di Indonesia hanyaΒ 0,18% atau 400.000 saja seharusnya 4,4 juta. Singapura saja 7,2 %, sedangkanΒ Amerika Serikat 11,5% pada tahun 2007," katanya.
Sehingga, lanjut Ciputra, perlu ada dorongan khusus terutama dari pemerintah khususnya dariΒ kalangan akademis atau kampus sebagai institusi yang menelorkan tenaga-tenaga ahli. Mengingat katanya, hingga kini ada 750.000 lulusan sarjana yang masih mengangur atau lebih.
"Menurut David Mclelland untuk menjadi negara makmur jumlah wirausaha itu minimal harus 2%," kata Ciputra mengutip.
Untuk itu ia menekankan dibutuhkan suatu gerakan nasional wirausaha yang terintegrasiΒ pembelajaran wirausaha dalam kurikulum nasional.
"Kembangkan entrepreneurship centre di kampus-kampus terkemuka untuk pendidikan sebagai pemberdayaan lulusan untuk menjadi wirausaha," pintanya. (hen/ir)











































