Ciputra Kagumi Camat Vietnam

Ciputra Kagumi Camat Vietnam

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2008 13:50 WIB
Ciputra Kagumi Camat Vietnam
Jakarta - Pengusaha Ciputra yang rajin mengkampanyekan wirausaha mandiri rupanya punya pengalaman mengesankan di Vietnam. Di negeri yang sedang mengalami pertumbuhan pesat itu, sang konglomerat kagum pada birokratnya yang bermental wirausahawan.

"Kita diundang di hotel bintang lima di Vietnam, justru si Camat yang mengundang kita memakai sepeda motor," kata Ciputra dalam acara Wirausaha Muda Mandiri Training of Trainers Pendidikan Kewirausahaan Kerjasama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Ciputra Foundation, di Hotel Ciputra, Jakarta, Senin (21/4/2008).

"Ini artinya mereka ini mental efisiensi cerminan dari seoarang wirausahawan. Kalau kita itu justru yang diundang naik motor yang mengundang naik mobil," kata Pak Cip panggilan akrabnya yang terlihat santai dengan sepatu ketsnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini kata pengusaha properti ini sangat berbeda jauh dengan di Indonesia. Birokrasi di Indonesia dinilainya benar-benar tak memiliki mental wirausaha yang justru bagus untuk kemajuan ekonomi.

Ciputra menilai Indonesia masih kekurangan para wirausahawan terutama dari kalangan muda, padahal untuk bisa menjadi negara yang maju Indonesia perlu banyak wirausawan. Jumlah wirausahawan di Indonesia hanya mencapai 0,18% dari jumlah penduduk

"Wirausahawan di Indonesia hanyaΒ  0,18% atau 400.000 saja seharusnya 4,4 juta. Singapura saja 7,2 %, sedangkanΒ  Amerika Serikat 11,5% pada tahun 2007," katanya.

Sehingga, lanjut Ciputra, perlu ada dorongan khusus terutama dari pemerintah khususnya dariΒ  kalangan akademis atau kampus sebagai institusi yang menelorkan tenaga-tenaga ahli. Mengingat katanya, hingga kini ada 750.000 lulusan sarjana yang masih mengangur atau lebih.

"Menurut David Mclelland untuk menjadi negara makmur jumlah wirausaha itu minimal harus 2%," kata Ciputra mengutip.

Untuk itu ia menekankan dibutuhkan suatu gerakan nasional wirausaha yang terintegrasiΒ  pembelajaran wirausaha dalam kurikulum nasional.

"Kembangkan entrepreneurship centre di kampus-kampus terkemuka untuk pendidikan sebagai pemberdayaan lulusan untuk menjadi wirausaha," pintanya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads