"Saya sangat mencintai dunia seni, terutama seni lukis. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam dunia seni, salah satunya karya Sasya Tranggono ini," ujar Pak Ci dalam pidato pembukaan pameran lukisan Sasya Tranggono di Kemang Village, Jl P Antasari, Jakarta, Minggu Malam (27/4/2008).
Pebisnis yang konon kolektor lukisan terbesar di Indonesia ini, rupanya sudah menyukai dunia lukis sejak ia masih duduk dibangku kuliah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai lukisan Sasya, menurut saya ia melakukan improvisasi teknik lukisan yang sama sekali baru. Ia melakukan eksplorasi dengan media yang cukup unik. Kelihatannya saya akan membeli salah satu lukisannya," ujarnya.
Sasya Tranggono adalah salah seorang pelukis wanita asal Indonesia yang namanya telah dikenal baik dalam maupun luar negeri. Melalui bakatnya ini, ia memperoleh sponsor dari Permata Bank.
Kembali ke Pak Ci, rupanya karena kecintaannya terhadap dunia lukis, ia mempunyai hajatan bernilai miliaran Rupiah untuk mengembangkan aspek seni lukis di Indonesia.
Rencananya, dalam proyek superblok milik PT Ciputra Property Tbk (CTRA) bernama Ciputra World, Pak Ci menyiapkan sebuah museum khusus lukisan yang didalamnya mampu menampung ribuan koleksi lukisan.
Museum ini rencananya akan ditempatkan di lantai paling atas mal yang merupakan bagian dari proyek Ciputra World. Khusus untuk museum ini, dana yang disiapkan mencapai puluhan miliar Rupiah.
Untuk tahap awal, koleksi yang akan dipamerkan adalah ribuan koleksi lukisan milik Pak Ci. Namun ke depannya ia mengatakan Museum ini juga akan memamerkan lukisan-lukisan selain miliknya.
Keseluruhan proyek Ciputra World ditaksir senilai Rp 6 triliun (tanpa tanah). Pembangunannya telah dilakukan awal tahun 2008 ini.
Proyek-proyek CTRA lainnya antara lain properti komersil seperti Mal dan Hotel Ciputra di Grogol dan Semarang, kemudian Apartemen Somerset Grand Ciputra, Jakarta. (dro/ir)











































