"Saya memang sudah lama meninggalkan BI tetapi hati saya selalu terpaut di BI dan saya selalu mengikuti kegiatan BI," kata Boediono yang mengaku masih aktif menjadi anggota klub fitness BI setiap Senin, Rabu dan Jumat.
Hal itu diungkapkan Boediono dalam acara sertijab BI dari Burhanudin Abdullah di gedung Kebon Sirih, komplek BI Jakarta, Kamis (22/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jabatannya di pemerintahan adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999) di bawah Presiden BJ Habibie.
Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004) di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri dan Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2008) di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam sambutan sertijab itu, Boediono mengakui suasana di BI sekarang sangat prihatin karena salah satu anggotanya kena cobaan (Burhanuddin Abdullah jadi tersangka kasus aliran dana BI).
"Dan sebagai satu kesatuan tentu saja kalau ada satu anggotanya yang terkena cobaan maka anggota yang lain ikut merasakan," tutur lelaki kelahiran Blitar 25 Februari 1943 ini.
Boediono mengatakan sangat ingin bekerja sama dengan semua mitranya di BI agar bisa melaksanakan tugas untuk BI dengan baik.
Dia juga memuji Burhanuddin Abdullah yang sudah meletakkan fundamental BI yang cukup kuat di tengah gejolak ekonomi global.
"Selama kepemimpinan Pak Burhan di BI itu sudah baik dalam lima tahun ini. Prestasi BI bisa dikatakan not bad, perbankan kita sudah menguat dan perekonomian kita tegar menghadapi situsai gejolak yang terjadi di luar," pujinya.
"Pak Bur sudah berhasil menyatukan BI unuk bekerja dalam satu langkah. Saya akan berusaha meneruskan itu. Untuk dewan gubernur mari kita maju ke depan bersama. Ke depan ke arah perbaikan yang lebih maju," ajak Boediono dengan penuh semangat. (ir/qom)











































