Β
"Memang seluk beluk menyusun anggaran ini tidak membuat hidup saya membosankan, tapi justru melelahkan," katanya dalam sambutan seminar bertajuk 'Internasional Modernizationing Public Financial Management in Indonesia' di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (26/5/2008).
Β
Ia pun menceritakan lika liku menyusun anggaran negara. Dimulai dari alotnya negosiasi dengan DPR untuk mengesahkan anggaran yang diajukan.
Β
"Selama 3 tahun saya menjabat jadi Menkeu, sangat tidak sedikit yang dilakukan DPR untuk 'merombak' format awal anggaran menjadi UU APBN untuk satu tahun," katanya.
Β
Tidak hanya menghadapi DPR, tapi pasukannya juga harus bersabar menghadapi pertanyaan-pertanyaan Kementerian dan Lembaga seputar penyusunan anggaran.
Β
Apalagi Sri Mulyani mengaku tengah menerapkan penyusunan anggaran berbasis outcome atau pencapaian. Sayangnya, tidak semua kinerja Departemen mudah diukur pencapaiannya.
Β
"Kalau Departemen PU kita bisa ukur dari pembangunan jalan atau jembatan. Lha kalau Departemen Pertahanan? Kan susah. Bukan lagi dari berapa senjata yang harus dibeli, tapi apa pencapaiannya. Mempertahankan kebanggaan negara, gimana coba ngukurnya?" katanya.
Β
Begitu juga untuk Departemen Pariwisata. Anggaran yang 4 tahun lalu masih Rp 300 miliar kini sudah mencapai Rp 1 triliun. Tapi dengan anggaran yang meningkat itu, bukannya wisatawan tambah banyak malah justru menyusut.
Β
"Saya sampai ledekan dengan Wapres yang memimpin rapat waktu itu, jangan-jangan ada korelasi negatif. Jadi turunkan saja anggarannya, supaya wisatawannya naik. Tapi kan nggak begitu juga karena waktu itu ada Bom Bali 1 dan 2," ujarnya.
Β
Ditambah lagi menghadapi pertanyaan-pertanyaan analis dan pengamat ekonomi. "Banyak yang protes kenapa anggaran kita banyak beban hutangnya, kenapa kita naikkan BBM. Kadang kita dipaksa untuk mengambil kebijakan yang bukan memberi manfaat terbanyak, tapi yang mudaratnya terkecil," katanya.
Β
Diserbu berbagai pertanyaan-pertanyaan memang melelahkan. Sri Mulyani sampai bercita-cita kelak akan membuat buku jika masa jabatannya sudah selesai.
Β
"Kalau saya sudah tidak lagi jadi menteri, saya mau buat bukunya saja. Saya sudah kebayang judulnya : '1001 Pertanyaan Mengenai Anggaran di Indonesia'," katanya.
(lih/qom)










































