Dibanding Dirjen-dirjen yang lain di lingkungan Depkeu, Dirjen Anggaran Ahmad Rochjadi tergolong orang yang lebih irit jika bicara.
Para wartawan yang sehari-hari meliput di lingkungan Depkeu pun seringkali kehabisan bahan pertanyaan jika mewawancara Ahmad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berkacamata ini menyelesaikan program S-2 nya di University of Illionis at Urbana Champaign, USA. Kemudian pada tahun 1990 ia menyelesaikan pendidikan terakhirnya di University of Illionis at Urbana Champaign, USA.
Sebelum menjabat sebagai Dirjen Anggaran, pria kelahiran Bandung, 56 tahun silam ini menjabat Direktur Jenderal Piutang dan Lelang Negara.
Ahmad Rochjadi menjabat sebagai Dirjen Anggaran mulai 2 Januari 2004 menggantikan Anshari Ritonga yang pensiun.
Dan ketika akhir-akhir ini polemik mengenai rangkap jabatan mengemuka, Ahmad termasuk salah satu yang ikut mengundurkan diri. Ahmad merangkap jabatan sebagai komisaris di Pertamina dan PT Taspen sejak tahun 2004.
Dengan alasan reformasi birokrasi, para dirjen di lingkungan Depkeu tak terkecuali Ahmad, memilih mundur dari jabatan komisaris BUMN.
"Kita semua ikut pak Darmin, pada akhirnya memang harus begitu," ujar Ahmad dengan singkat soal pelepasan rangkap jabatan itu.
Sebagai birokrat, Ahmad juga selalu 'setia' menemani Menkeu mengikuti rapat-rapat di DPR meski hingga larut malam. Rapat terakhir yang diikuti oleh Ahmad adalah pada Senin (16/6/2008) di Panitia Anggaran.
Tak banyak kata yang terucap dari Ahmad, layaknya hari biasa. Tak ada firasat apapun yang menjadi pertanda bahwa Dirjen yang pendiam itu akan meninggal dunia.
(ddn/qom)











































