Praktisi perminyakan yang juga Dirut PT Pertamina (Persero) Ari Soemarno langsung mesem-mesem ketika ditanya soal Blue Energy.
"Ha ha saya gak mau jawab aja," katanya sambil terbahak ketika ditanya para wartawan senior di acara Editors Club Pertamina, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis malam (19/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru ketika usai acara, Ari mau sedikit buka rahasia tentang Blue Energy itu. "Kalau benar itu ada, maka semua permasalahan energi di dunia ini bisa terpecahkan," kata Ari.
Ari mengaku penemuan Blue Energy sudah berlangsung lama jadi penemuan Joko Suprapto bukanlah yang pertama kali.
"Ketika saya di Jerman 30 tahun lalu masalah Blue Energy sudah ramai. Namun ketika itu ilmuwan kesulitan memisahkan hidrogen dan karbon. Biaya memisahkan itu lebih besar daripada dana yang didapatkan," kata Ari.
Ari mengaku kini tengah fokus menghapus stigma jelek Pertamina yang sudah melekat dalam 30 tahun terakhir ini sejak terjadi krisis Pertamina di tahun 1975.
"Memang masih ada kekurangan disana-sini tapi kita bertekad menjadi lebih baik," katanya.
Ari mengaku banyak orang-orang Pertamina dulunya merasa paling hebat karena menjadi satu-satunya pemain terutama di industri hilir di Indonesia. "Kini Pertamina sudah bisa melek dan tidak kuper lagi, kita harus bersaing," tekadnya. (ir/qom)











































