Sri Mulyani dan Jiwa yang Meletup-letup

Sri Mulyani dan Jiwa yang Meletup-letup

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2008 09:55 WIB
Sri Mulyani dan Jiwa yang Meletup-letup
Jakarta - Resmi menjabat Menteri Perekonomian membuat Sri Mulyani harus berterus terang soal sikapnya yang tegas. Sri Mulyani mengaku sulit menandingi kesabaran Menko Perekonomian sebelumnya Boediono.

"Satu yang saya nggak bisa ikuti, dia sangat dicintai. Saya sudah bilang, jangan harapkan saya seperti Pak Boediono. Stok kesabaran saya lebih sedikit dan lebih meletup-letup," ungkap Sri Mulyani.

Pernyataan apa adanya itu diungkapkan Sri Mulyani dalam acara serah terima jabatan dengan Boediono yang kini menjabat Gubernur Bank Indonesia di gedung Graha Sawala komplek depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008) yang dihadiri para menteri ekonomi dan pejabat eselon I.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan dalam 1 minggu sebelum acara serah terima jabatan Menko Perekonomian ini, dirinya sudah melakukan pemanasan terlebih dahulu soal pembagian dirinya di depkeu dan menko.

"Kita telah merundingkan, bagaimana mengaturnya. Di lantai 4 (kantor menko perekonomian) saya belum masuk kecuali yang punya ada," katanya.

Meski mendapat tanggung jawab yang maha berat, Sri Mulyani merasa gembira berkantor di Menko Perekonomian yang suasananya tidak terlalu birokratis.

"Saya lebih gembira mengantor disini, daripada di Wahidin, ada aturan kebirokrasian yang ketat dan perlu untuk jaga reliabilitas kantor. Tapi di kantor menko, suasananya kaya di kampus, kalau suntuk ya ke seberang, balik lagi. Jadi lebih mirip rekreasi daripada kaya beban," katanya.

Sri Mulyani pun yakin meski kini harus menjadi atasan koleganya di jajaran menteri ekonomi yang sebelumnya memiliki posisi setara, hirarki kerjanya tidak akan kaku.

"Kami hanya mengemong. Kalau di belakang penggembala tapi jadi agak religius. Kalau sekarang dengan teman di kabinet lebih enak lagi. Pak Suryadharma Ali (Mennegkop UKM) bilang saya nggak boleh terlalu galak lagi, karena punya tugas atur keekonomian, jadi bintangnya dilepas dulu. Saya berterima kasih, hubungan sesama menteri tidak pernah komplain. Tentu menteri-menteri juga tahu, kalau ada apa-apa, silakan komplain, SMS. Kita tahu cara menyelesaikan masalah bahkan tanpa bertemu kalau waktu saya sibuk," bebernya.

Hal pertama yang akan dilakukannya, menurut Sri Mulyani, dirinya akan melihat dulu warisan dan tugas-tugas Menko Perekonomian sebelumnya.

"Kita coba pilah dengan sistematis, dan efisien. Kami harap pelaku ekonomi bisa membantu. Atas kerjasama kawan-kawan menteri, makasih. Pak Boed, meski sudah pindah, tapi pikiran, bapak di sini. Saya pikir BI hanya butuh 1/4 pikiran bapak, 3/4 nya masih harus di sini. Saya harapkan dukungan kawan-kawan, dan tentu saja Pak Tony Sumartono, suami saya," pungkas Sri Mulyani. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads