Bagaimana tidak menambah kecepatan, ketika masih bernama SPBU Nahid dengan jujur mengatakan rapat yang dilakukan perusahaan hanya satu kali dalam setahun.
"Tapi sekarang rapat 1 minggu 1 kali, ini berarti saya harus menambah speed dari 4 menjadi 5 terutama untuk rapat KUR," ungkap Nahid di Gedung Jamkrindo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (1/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nahid juga mengaku lebih bangga memanggul nama Jamkrindo ketimbang SPU. "Dengan nama baru ini setidaknya lebih marketable ketimbang SPU yang sering disebut SPBU. Menneg BUMN juga pernah mengkritik dan Menkeu juga pernah bilang nama SPU itu tidak marketing," ujar Nahid.
Jamkrindo yang menggunakan simbol J itu, kata Nahid, juga akan lebih mudah diingat publik. "Simbol J orang akan langsung tertancap di benaknya J itu jaminan," ucapnya.
Ingat J, ingat Jamkrindo. (ir/qom)











































