"Memang minyak sudah gila itu, saya pusing," kata Hidayat usai rakor di departemen keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
Bagaimana tidak pusing? Dengan naiknya harga minyak yang di luar kendali itu, Hidayat mengatakan sektor industri akan terkena dampaknya. Parahnya lagi jika industri itu mengalami kemandekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat juga mengaku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada APBN 2009 jika tren harga minyak seperti ini. "Saya tidak bisa membayangkannya," ujarnya pasrah.
Dia berharap harga minyak turun di masa yang akan datang. Karena bagaimanapun kenaikan harga minyak akan membuat ongkos produksi lebih mahal meski saat ini industri tidak menggunakan BBM subsidi.
"Tapi kan komponen biaya industri akan naik seperti transportasi dan komponen yang berpengaruh terhadap harga minyak, dan itu akan membuat ouput dari produksi nasional kita tinggi. Padahal kan daya beli masyarakat turun," katanya.
(ir/qom)











































