"Saya minimal seminggu sekali ke pasar, tapi tujuannya mengetahui harga dan selebihnya baru benar-benar belanja," kata Mari disela-sela acara Peluncuran Hari Pasar Bersih Nasional, di Pasar Moderan BSD, Tengerang, Sabtu (19/7/2008).
Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1956 ini mengaku pasar tradisional masih memikat meski kini bertaburan banyak pasar ritel modern. Buktinya kata Mari, sebesar 60% pembelanjaan masyarakat dilakukan di pasar tradisional. Pasar tradisional juga menyerap 10% tenaga kerja dari sektor perdagangan dan menyumbang PDB 13%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia terkadang geregetan melihat kondisi pasar yang becek, tidak bersih dan tidak nyaman. Padahal kata Mari, pengembangan pasar tradisional bisa diarahkan sebagai pasar wisata, seperti pasar burung, bunga, dan lain-lain.
Makanya Mari selalu 'teriak' perlu adanya partisipasi pihak swasta untuk merevitalisasi pasar tradisional. Tahun ini Departemen Perdagangan menganggarkan Rp 112 miliar untuk revitalisasi 100 pasar, sedangkan tahun lalu hanya Rp 80 miliar untuk 80 pasar tradisional.
"Kita juga akan bekerja sama dengan dengan bank lain seperti BRI dan BNI selain Danamon. Untuk bank-bank lain masih luas masih banyak sekali yang harus dikerjakan dari 13.450 pasar," katanya.
(hen/ir)











































