Anwar: Kan Nggak Pernah Bu Miranda Naik Garuda ke Luar

Anwar: Kan Nggak Pernah Bu Miranda Naik Garuda ke Luar

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2008 14:10 WIB
Anwar: Kan Nggak Pernah Bu Miranda Naik Garuda ke Luar
Jakarta - BUMN-BUMN harus bisa bersaing dengan perusahaan asing. Penerapan good corporate governance (GCG) menjadi salah satu hal yang penting.

Sudah benar kah penerapan GCG di BUMN Indonesia? Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution menilai GCG di BUMN belum maksimal.

Ia pun menyindir kinerja beberapa BUMN di Indonesia yang menurutnya kurang maksimal dalam penerapan good corporate governance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan enggak pernah Ibu Miranda (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia) naik Garuda ke luar negeri. Karena jadwalnya nggak jelas, makanan tidak enak dan bisa diracun pula kayak si Munir nanti," seloroh Anwar.

Ia menyampaikan dalam acara Workshop dan Diskusi KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance) di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/7/2008).

Miranda dan hadirin yang mendengar celotehan Anwar pun sontak tertawa. Anwar menuturkan lagi, sebenarnya Garuda itu bisa bersaing dengan perusahaan asing.

"Katakanlah dari 200 juta penduduk Indonesia, 1 persennya naik pesawat, harusnya Garuda bisa besar dan bersaing, tapi kenapa tidak bisa bersaing dengan Singapura yang penduduknya sedikit? Lee Kwan Yew pernah bilang kita tidak punya sumber daya alam, tapi kunci suksesnya adalah good governance," ujarnya.

Perbankan dalam negeri juga tak luput dari kritikan Anwar. Menurutnya, karena lebih menguntungkan, pengusaha asal Indonesia yang memiliki banyak uang lebih memilih menyimpan uangnya di Singapura ketimbang disimpan di bank dalam negeri.

"BUMN-BUMN ini juga harusnya bisa bersaing dengan perusahaan luar. Seperti bagaimana membuat Bank Mandiri bisa bersaing dengan DBS Singapura, kemudian Garuda juga dengan Singapore Airlines," ujarnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads